Saturday, October 16, 2010

Unsur / Struktur Resensi (NonFormal)

1. Identitas Buku
• Judul : Indonesia on the Move
• Penyunting : Dino Patti Djalal
• Penerbit : Buana Ilmu Populer, 2007
• Tebal : 335 halaman

2. Judul Resensi
Ketegasan Sikap SBY:
Kita Bukan “A Nation In Waiting”

3. Jenis Buku
Buku ini termasuk Non Fiksi

4. Ringkasan Isi
Buku setebal 335 halaman itu diterbitkan PT Bhuana Ilmu Populer dan akan diluncurkan Jumat pagi, 28 Desember, sekaligus menandai pembukaan Toko Buku Gramedia di Jalan Matraman, Jakarta.
Yenny Wahid menulis artikelnya ketika masih menjabat sebagai “…a political communications staffer for President Susilo Bambang Yudhoyono and director of Wahid Institute”. Maka pertanyaan paling menarik tentu saja adalah apakah pendapatnya masih tetap berlaku? Sebab waktu terus berlalu dan kini dia sudah tidak lagi menjabat sebagai staf Presiden. Sesudah secara sukarela dia mengundurkan diri dari posisi itu karena Yenny ditunjuk menjadi Sekjen Partai Kebangkitan Bangsa, parpol yang didirikan KH Abdurrahman Wahid, ayah kandungnya.
“Kepresidenan merupakan jabatan politik tertinggi dan posisi yang menuntut tanggung jawab besar sekaligus bisa ikut membentuk sejarah. Ketika masyarakat mengikuti pilpres pertama yang dilaksanakan secara langsung tahun 2004, mereka sebenarnya sedang menulis lembaran baru dalam sistem politik kami. Sebuah titik penentuan yang tidak mungkin terulang kembali dalam perjalanan transisi menuju kehidupan demokratis”, tulis Presiden SBY dalam kata pengantar untuk buku ini.
Sementara itu, Dr Dino Patti Djalal selaku editor melukiskan, “Presiden selalu mengingatkan saya, memimpin pemerintahan beda dengan kampanye, sebab bukan kontes mencari popularitas. Meski demikian, dia menegaskan, mengelola pemerintahan dan menangani kampanye memiliki persamaan dalam meraih sekaligus berusaha menjaga kepercayaan rakyat. Oleh karena sekali kepercayaan tersebut menyurut, maka hari-hari terakhir kekuasaan tinggal bisa dihitung dengan jari”.
Dalam buku ini SBY menjelaskan, setiap kali melakukan tatap muka dengan segala lapisan masyarakat, mereka selalu menyerukan kata-kata, jangan mundur, teruskan, kita pasti mampu, bersama kita bisa. Kepercayaan mereka kepada prinsip demokrasi dan reformasi, berikut harapan untuk bisa meraih kehidupan lebih baik, sesuai janji kampanye saya, yakni tekad membangun demokrasi, tegaknya hukum, kemakmuran, menjaga keamanan, memberantas korupsi, menyelesaikan konflik dan membangun sosok terhormat dalam dunia internasional.
Karena alasan-alsan tersebut SBY menegaskan, dalam setiap kesempatan, baik di dalam negeri maupun di forum antarbangsa, “…saya bertekad mengartikulasikan keinginan bahwa Indonesia merupakan bagian dari masyarakat dunia, berdasar persamaan hak, harmoni dan membina kerja sama”.
Buku menarik ini terbagi dalam enam bagian. Diawali dengan pembicaraan sekitar persoalan pembangunan bangsa, yaitu demokrasi dan reformasi, kemudian refleksi tentang Islam, penanganan konflik, pembangunan ekonomi dan MDGs (Tujuan Pembangunan Abad Milenium), peristiwa internasional serta bagian yang disebut sebagai pidato pribadi. Semua itu kemudian ditambah sejumlah artikel dan hasil wawancara, melengkapi kutipan komentar singkat dari berbagai tokoh sekitar sosok SBY yang tersebar di sana-sini.
Dari keenam bagian tersebut, porsi terbanyak, tujuh buah, terdapat pada peristiwa internasional. Adapun porsi paling kecil, hanya satu, mengenai pembangunan ekonomi dan MDGs dikutip dari pidato SBY di Columbia University, New York, AS, tanggal 13 September 2005, Perspective on the MDGs and the way forward to 2015.

5. Penilaian
Kelebihan
Buku ini sangat penting dibaca untuk para pengamat serius masalah politik dan ekonomi Asia, kata Steve Forbes, CEO Forbes Inc.

6. Nilai Karya
Maka saya lantas bertanya, mengapa buku ini justru (hanya) diterbitkan dalam bahasa Inggris? Apakah SBY hanya ingin berdialog dengan orang luar dan melalaikan masyarakat pendukung dan yang tentunya ingin dia ajak mewujudkan, apa yang impossible menjadi possible?


Tugas Ke-2
Nama : Adityo Aryo. P
Npm : 12108172
Kelas : 3KA16
Mata Kuliah : Bahasa Indonesia 1
read more...

Tuesday, October 12, 2010

Pidato "Polusi Udara" (Formal)

Assalamualaikum Wr. Wb

Saya sangat menghargai kesempatan ini untuk berpidato pada kesempatan yang menyenangkan ini, dan saya sangat berterima kasih untuk kepercayaan dan penghormatannya. Topik saya hari ini adalah “Polusi Udara”.

Banyak orang tidak menyadari udara adalah bagian dari lingkungan kita dan ekosistem kita, kenyataannya, udara sangat penting. Keberadaan di bumi ini tidak berlaku tanpa oksigen di udara. Tidak hanya oksigen tetapi juga banyak gas untuk bernafas, seperti Nitrogen 78%, Oksigen 21%, dan sisanya adalah 1% dari Hidrogen, Karbondioksida, Krypton, Argon, Xenon, Neon, Radon, dan Helium. Meskipun hanya 1% dari itu, peningkatan dari jumlah udara dapat berpengaruh buruk untuk kehidupan. Gas berbahaya yang dilepaskan di udara secara berangsur-angsur sampai di kegiatan manusia, dan itu disebut “Polusi Udara”.

Taukah kamu karbonmonoksida ? Itu adalah jenis molekul, terdiri dari karbon dan oksigen. Itu dibentuk ketika bahan bakar yang dibakar, terjadi pada mesin mobil. Karbonmonoksida adalah gas beracun. Itu dapat menghambat sel darah di tubuh manusia untuk pembagian oksigen.

Kita tahu, di setiap kota banyak mobil, pabrik yang membakar batu bara dan minyak tanah menghasilkan abu asap. Oleh karena itu, itu menyebabkan iritasi di mata dan paru-paru kita, dan itu juga dapat merusak banyak tanaman di lingkungan kita.

Banyak kota mengalami masalah ini, bagaimanapun itu belum ditemukan solusinya.

Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah dan semua orang harus mendukung satu sama lainnya untuk menjaga lingkungan sebaik-baiknya dengan penanaman tumbuhan disisi jalan yang dilalui dan juga di depan rumah kita, penggunaan kedok gas ketika mengendarai motor atau berjalan di jalan yang sibuk.

Keismpulannya, saya sungguh berharap kita dapat berhati-hati di lingkungan kita dari polusi udara, untuk dapat mampu hidup di kondisi yang baik.

Wassalamulaikum Wr. Wb


Tugas Ke-2
Nama : Adityo Aryo. P
Npm : 12108172
Kelas : 3KA16
Mata Kuliah : Bahasa Indonesia 1
read more...

Wednesday, October 6, 2010

Pemrograman Java

1. Sebutkan komponen-komponen yang terdapat dalam Java Development Kit ?

- Kompilator (javac)
Berfungsi untuk kompilasi file source code : *.java menjadi *.class
Syntax umum : javac nama_file.java

- Interpreter (java)
Bertugas untuk menjalankan bytecode (*.class)
Syntax umum : java nama_file.class

- Applet Viewer
Digunakan untuk menjalanakan applet viewer, namun sekarang sudah digantikan browser.
Syntax umum : appletviewer nama_file.html

- Java Debugger
Bertugas untuk melakukan debugging aplikasi java. Syntax umum : jdb option

- Java Class File Diassembler (javap)
Bertugas membuat daftar method dan attribute public dari suatu kelas.
Syntax : javap namaKelas

- Java Header and Stub Generator
Bertugas menerjemahkan bahasa yang ditulis dalam bahasa Java menjadi bahasa pemrograman C.
Syntax umum : javah namaKelas

- Java Documentation Generator
Menampilkan pustaka kelas, interface, constructor, dan method standard yang telah dibuat vendor. Dari hasil instalasi JDK, dokumentasi ini dapat dilihat pada C:\java\docs\api\index.html dan Dari hasil instalasi Netbeans, dapat dilihat pada C:\Program Files\NetBeans3.6\doc\junit\index.html

- Source Code Java API
Source code ini dapat diperoleh dari file src.zip.

2. Apa yang dimaksud dengan token dan identifier ?

- Token adalah elemen terkecil di program yang masih memiliki arti. Ada 5 token dalam bahasa Java yaitu identifier, keyword, literal dan tipe data, operator, serta separator.

- Identifier adalah token yang merepresentasikan nama sesuatu. Sesuatu tersebut adalah variabel, atau konstanta, atau method, atau kelas, atau package atau interface.

3. Sebutkan kegunaan dari operator, separator, keyword break, dan keyword continue ?

- Operator melakukan komputasi terhadap satu/dua objek data. Operan yang dioperasikan dapat berupa literal, variabel, atau nilai yang dikirim method.

- Separator menginformasikan ke compiler java mengenai adanya kelompok kode program.

- Penggunaan keyword break, yaitu untuk keluar dari kendali percabangan switch, dan untuk keluar dari kendali perulangan.

- Penggunaan keyword continue untuk segera lompat ke perulangan berikutnya. Baris-baris program setelah keyword continue dalam blok perulangan saat itu berarti diabaikan.

4. Buatlah program yang menampilkan tulisan : "Belajar java memang mudah jika dilakukan dengan tekun"









Output :








5. Buatlah contoh program lain yang menggunakan keyword break dan keyword continue ?

Use Keyword break

Output :










Use keyword continue










Output :





























Nama :   Adityo Aryo. P
Npm   :   12108172
Kelas :   3KA16
read more...