Showing posts with label Informasi Alam. Show all posts
Showing posts with label Informasi Alam. Show all posts

Saturday, March 6, 2010

Matahari

Matahari adalah pusat tata surya kita. Tata surya terdiri dari Matahari, sembilan planet (salah satu diantaranya adalah Bumi), dan semua benda lain yang berjalan mengedari matahari. Matahari adalah suatu bola gas panas. Piringan matahari yang menyilaukan, tempat asala cahaya dan bahang memancar, disebut Fotosfer. Disekeliling Fotosfer adalah lapisan gas merah cemerlang yang disebut Kromosfer. Untain hidrogen merah menyala terlempar sejauh ratusan ribu kilometer ke antariksa dari Kromosfer. Untaian ini disebuah Prominensa. Sekeliling kromosfer terdapat lapisan gas lain yang disebut Korona. Permukaan matahari ditandai bercak-bercak suram yang disebut bintik matahari. Ini dapat dilihat dengan teleskop khusus.

Matahari bergaris tengah 1392000 km, atau sekitar 109 kali garis tengah Bumi. Massa atau berat totalnya 331950 kali Bumi. Suhu permukaannya 60000 K; dan suhu dipusat 150000000 K.
Bintik matahari adalah bercak suram yang tampak di fotosfer matahari. Itu disebabkan oleh turunnya suhu dipermukaan matahari. Suhu di tengah bintik matahari kurang lebih 40000 K. Kecermelangannya kira-kira seperlima fotosfer normal. Beberapa bintik matahari besar sekali, sekian kali garis tengah Bumi. Bentuknya bermacam- macam. Bila dilihat dengan telescop khusus, tiap-tiap bintik matahari terdiri dari petak suram ditengah serta dikelilingi daerah yang klebih terang. Bintik matahari sebenarnya adalah badai massa gas elektrik yang berpusat-pusat. Dalam gerakannya melintasi permukaan matahari, bintik tersebut menciptakan kegaduhan magnetik yang besar dan mempengaruhi peralatan elktrik dan magnetik di Bumi.

Kromosfer ialah lapisan gas merah kira-kira setebal 10000 km, bagaikan atmosfer Bumi.Prominensa terdiri dari awan hidrogen yang terlempar melampaui kromosfer ke korona. Korona ialah awan gas sangat tipis, warnanya hijau mutiara, kekuning-kuningan, dan hanya terlihat pada waktu terjadi gerhana matahari total.

Bintik matahari besar dan jumlahnya berubah-ubah dalam daur sepanjang sebelas tahun dan berpengaruh terhadap kegiatan matahari. Pusat suram bintik matahari disebut Umbra. Umbra ini dikelilingi cincin lebih terang yang disebut Penumbra. Korona, Prominensa, dan Kromosfer hanya nampak selama gerhana matahari. Diwaktu lain semuanya itu tertutup oleh kecermelangan fotosfer. Ketiganya dapat diamati oleh alat Koronagraf, yakni telescop khusus yang menghilangkan sinar menyilaukan dari fotosfer.
read more...

Bulan

Bulan adalah tetangga terdekat Bumi dalam antariksa. Bulan juga benda paling cemerlang dalam langit malam, bukankarena terdiri dari gas menyala seperti matahari, melainkan karena memantulkan cahaya matahari. Pada beberapa malam bulan berupa bola sempurna ynag bercahaya, sedangkan pada malam lainhanya berupa sepotong perak. Namun demikian bentuk dan ukuran bulan tak berubah. Yang berubah hanyalah penampakkannya, sepadan dengan bertambah dan berkurangnya permukaan bulan yang disinari matahari. Perbahan panampakkan bulan disebut fasa. Tatkala bulan berada diantara Bumi dan Matahari, sisinya yang gelap menghadap ke Bumi, sehingga bulan tidak tampak. Fase gelap Bulan ini dinamakan Bulan Muda

Segera sesudah bulan muda, bulan sabit yang mirip benang terlihat di langit barat sesudah matahari tenggelam. Sabitnya menjadi semakin lebar hari demi hari hingga menjadi Bulan separuh. bUlan dikatakan mengembang bila ukurannya nampak bertambah besar. Fasa ini disebut pekan pertama. Kira-kira tujuh hari sesudah pekan pertama, atau 14 hari sesudah bulan muda, bulah telah berpindah ke suatu titik, sehingga bumi terletak diantara bulan dan matahari. Seluruh sisi bulan yang diterangi matahari menjadi nampak; fasa ini dinamakan bulan purnama. Bulan purnama ini tepat berlawanan dengan bulan muda. Bulan terbit pada langit sore di timur dan tenggelam di barat sekitar matahari terbit.

Sesudah bulan purnama, bulan mulai menyusut (menjadi lebih kecil), melewati tahap bulan separuh, yang disebut pekan terakhir, dan akhirnya kembali fasa bulan muda. Bulan separuh yang bertambah besar disebut bulan separuh yang sedang menggembang. Bulan yang menciut disebut bulan separuh yang lagi menyusut.

Bulan memerlukan 29½ hari untuk menamatkan satu peredaran mengelilingi Bumi. Bulan berjalan bersama bumi selama bumi mengedari matahari. Namun sewaktu terbit dan tenggelam gerakannya seolah-olah dari timur ke barat, karena putaran bumi lebih cepat daripada peredaran bulan mengelilingi bumi.
read more...

Bintang

Sebagian terbesar bintang-bintang adalah matahari. Kesemuanya itu bersinar dengan cahaya sendiri. Beberapa bintang malah lebih besar dan lebih cemerlang daripada matahari kita. Tetapi karena jaraknya demikian jauh bintang-bintang itu hanya nampak sebagai bintik di langit. Didalam Bima Sakti massa terbesar terdiri dari gas atau sebagian gas tampak di sekitar bintang-bintang. Ini dinamakan kabut. Ada kabut lain yang terdapat di luar galaksi kita, misalnya kabut andromeda.

Ada berbagai ukuran bintang pada jarak yang berbeda-beda. Betelgeuse, di rasi Orion, garis tengahnya 550 kali garis tengah matahari. Karena berupa bintang merah yang sangat besar, Betelgeuse dikelompokkan sebagai Raksasa Merah. Antares di rasi scorpio, besarnya kira-kira 230 kali besar matahari. Suhu bintang-bintang ini lebih rendah dari pada suhu matahari; Betelgeus suhunya 40000 C dan Antares 35000 C. Suhu permukaan matahari sekitar 60000 C. Suhu pusatnya 150000000 C.

Bintang-bintang lain, seperti Sirius B di dalam rasi Canis Mayor, garis tengahnya kurang dari seperenam puluh garis tengah matahari. Dengan demikian Sirius B bahkan lebih kecil daripada Yupiter, dan kira-kira separuh ukuran Neptunus. Tetapi Sirius B berpijar cemerlang dengan cahaya putih kebiru-biruab, dan suhunya sangat tinggi, yakni 150000 C.

Jadi ukuran dan suhu bintang beraneka ragam. Bintang kerdil ialah bintang yang tak mengerut lagi, tetapi lambat laun kehilangan bahangnya. Matahari ialah sebuah bintang kerdil kuning. Raksasa merah dan kerdil putih adalah bintang yang jauh lebih tua daripada matahari.
read more...

Tata Surya

Sebuah tata surya terdiri dari satu Matahari dan semua benda angkasa yang beredar mengelilinginya. Matahari adalah bintang yang menghasilkan cahayanya sendiri. Benda yang mengedari bintang dinamakan planet. Sebagian besar planet memiliki satelit (bulan) yang berjalan mengelilinginya. Dalam tata surya kita semuanya terdapat sembilan planet yang mengedari matahari.

Sebuah planet dapat dibagi menjadi dua kelompok: planet besar serta planet kecil. Merkurius, Venus, Bumi dan mars membentuk kelompok empat planet yang kecildan sejenis bumi. Keempat planet ini terdiri dari materi yang kerapatan rata-ratanya empat atau lima kali kerapatan air.

Yupiter, Saturnus dan Neptunus jauh lebih besar daripada planet-planet sejenis Bumi. Jari-jari Yupiter lebih dari sebelas kali jari-jari Bumi, dan volumenya kira-kira 1320 kali lebih besar. Saturnus mempunyai jari-jari 60400 km; ini hampir 10 kali jari-jari Bumi.Yupiter serta Saturnus mempunyai banyak satelit. Uranus mempunyai jari-jari yang panjangnya 23700 km, sedangkan Neptunus mempunyai jati-jari 22300 km. Pluto mempunyai jari-jari 3200 km; ini berarti bahwa Pluto lebih kecil dari Mars.
read more...

Galaksi

Galaksi adalah tata bintang. Galaksi kita dikenal dengan Bima Sakti. Dalam galaksi kita kira-kira terdapat 200 milyar bintang.Bima Sakti berbentuk spiral (gulungan), tetapi karena Bumi terletak di dalam galaksi, kita melihatnya sebagai pita kabur berisikan bintang-bintang.

Bima Sakti kira-kira terbentang selebar 100000 tahun cahaya, dan bagian tengahnya kira-kira setebal 15000 tahun cahaya. Tata surya kita terletak sekitar 30000 tahun cahaya dari pusat galaksi. Para ahli astronomi mengetahui bahwa selain Bima Sakti terdapat banyak galaksi lain. Beberapa diantaranya dikenal sebagai galaksi kecil. Sekelompok galaksi bersama-sama membentuk galaksi besar.

Bintang terdekat jauhnya 4,3 tahun cahaya. Pada waktu malam terang dapat dilihat galaksi Andromeda yang jauhnya sekitar 1900000 tahun cahaya.
read more...

Wednesday, February 10, 2010

Angin

Angin adalah gerakan udara yang disebabkan perubahan suhu, yang selanjutnya yang menyebabkan perubahan tekanan. Tekanan udara naik jika suhunya rendah dan turun jika suhunya tinggi. Angin bertiup dari daerah suhu rendah ke daerah suhu tinggi. Jadi angin bertiup dari daerah tekanan tinggi (suhu rendah) ke daerah tekanan rendah (suhu tinggi ). Tempat-tempat sepanjang pantai mendapat angin laut sejuk yang bertiup ke darat pada siang hari; pada malam hari angin darat sejuk bertiup ke laut. Angin darat dan angin laut seperti itu terjadi sepanjang tepi danau.

Sebagaimana air mengalir dari tempat yang lebih tinggi ke tempat yang lebih rendah, demikian pula udara mengalir dari tekanan tinggi ke daerah tekanan rendah. Jadi, angin diatas permukaan bumi bertiup dari daerah bertekanan tinggi ke daerah tekanan rendah. Gerakan putaran bumi juga mempengaruhi arah angin. Gerakan itu menyebabkan angin berbelok ke kanan di belahan bumi utara dan ke kiri di belahan bumi selatan.
read more...

Awan

Sewaktu naik ke atmosfer atas, udara hangat menyebar dan menjadi dingin.Karena sekarang lebih dingin, udara itu tak dapat lagi menahan uap airnya.Sebagian uap air itu mengembun pada butir-butir debu dalam atmosfer dan membentuk titk-titik air. Titik air kelewat kecil ini melayang di udara. Gerakan udara naik atau arus udara juga menahannya hingga tidak jatuh. Jutaan titik air semacam itu melayang bersama dan membentuk awan.Sewaktu naik ke atmosfer atas, udara pun menjadi dingin dan terbentuklah awan.

Ada berbagai bentuk awan. Bentuk awan sesuai dengan tinggi atau rendahnya tempat awan itu terbentuk. Di tempat paling tinggi terbentuklah awan sirus. Bentuk awan ini mirip benang putih berbulu. Di tempat agak rendah ada awan yang bentuknya mirip kapas. Tetapi bentuk awan tidak hanya disebabkan oleh tinggi atau rendahnya tempat. Angin pun menyebabkan awan beraneka macam bentuknya.

Ada awan tipis dan ada pula awan tebal. Cahaya matahari mudah melewati awan tipis. Oleh sebab itu awan tipis tampak cerah atau putih. Awan yang tebal sulit ditembus cahaya. Bagian-bagian awan yang tertembus cahaya akan berwarna putih. Bagian-bagian yang tidak tertembus cahaya akan berwarna gelap atau hitam.
read more...

Hujan

Hujan, salju dan hujan batu es terutama disebabkan oleh air yang menjadi dingin. Salju terbentuk dalam atmosfer atas yang suhunya dibawah titik beku. Waktu jatuh lewat atmosfer salju mencair dan menjadi hujan. Pada musim dingin, salju jatuh tanpa menjadi cair dan masih berbentuk salju. Butir salju terdiri dari kristal es kecil-kecil. Bentuk kristal itu menakjubkan, tetapi semuanya ialah variasi bentuk segi enam.

Sewaktu udara naik lebih tinggi ke atmosfer, terbentuklah titik-titik air, dan terbentuklah awan. Ketika sampai pada ketinggian yang suhunya sekitar 400 C di bawah titik beku, awan itu membeku menjadi kristal es kecil-kecil. Udara sekelilingnya yang tidak begitu dingin membeku pada kristal tadi. Dengan demikian kristal bertambah besar dan menjadi butir-butir salju. Bila menjadi terlalu berat, salju itu turun. Bila melaui udara lebih hangat, salju itu mencair menjadi hujan. Pada musim dingin salju jatuh tanpa mencair.

Salju terdiri dari kristal es kecil-kecil. Bentuk tiap kristal es tergantung pada dua hal: suhu dan jumlah uap air yang terdapat di udara ketika kristal itu terbentuk. Semua kristal es berbentuk rupa-rupa, tetapi pada dasarnya adalah segi enam. Kadang kala kristal es berbentuk segi tiga, tetapi ini sebenarnya hasil kristal segi enam yang pecah dua.
read more...

Musim

Tidak semua negara mengalami empat musim: musim semi, musim panas, musim gugur dan musim dingin. Hanya negeri-negeri yang terletak di daerah dingin dan sedanglah yang mempunyai empat musim, yakni negeri di sebelah utara dan selatan khatulistiwa.

Musim semi ialah musim antara musim dingin dan musim panas. Selama musim semi lambat laun siangnya semakin panjang dan malamnya semakin singkat. Musim semi lebih lama disinari matahari dari pada musim dingin, tetapi masih kurang lama bila dibandingkan dengan musim panas. Pada umumnya, musim semi ialah masa mencairnya salju dan daat tetumbuhan mulai bertunas kembali.

Musim hujan ialah lebih menonjol di negeri beriklim muson daripada di negeri lainnya. Curah hujan lebat dalam negeri tersebut terutama disebabkan oleh angin muson. Angin bersifat musiman. Hujan muson hanya terjadi selama musim panas di kala angin bertiup dari laut ke darat.

Musim panas ialah panas yang diberikan matahari sangat banyak. cuaca pun menjadi sangat hangat.

Musim gugur ialah panas yang diberikan matahari tidak sebanyak pada musim panas, tetapi lebih banyak daripada di musim dingin. Maka cuaca pun tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin.

Musim dingin ialah panas yang diterima dari matahari sangat sedikit sehingga cuaca pun sangat dingin.
read more...

Suhu

Panas atau hangatnya udara disebut suhu udara. Permukaan bumi dipanasi sinar matahari. Udara dihangatnya oleh bahang yang naik dari permukaan bumi yang hangat. Saat terpanas selama siang hari adalah terdapat sesudah tengah hari. Ketinggian matahari yang berubah-ubah pada waktu yang berlainan dalam setahun menyebabkan musim panas lebih hangat dari musim gugur, musim dingin ataupun musim semi. Semakin tinggi suatu tempat makin rendah suhunya.

Bumi memperoleh bahang dari matahari. Karena sebagian besar udara terdiri dari gas, maka cahaya matahari menembus atmosfer secara amat mudah. Tidak semua bahang matahari sampai di bumi. Sebagian dipantulkan kembali ke angkasa. Sebagian dis erap awan. Sebagian yang sampai di bumi membuatnya panas. Permukaan yang menjadi panas menghangatkan udara yang terdapat tepat di atasnya. Karena ringan, udara panas naik. Sewaktu udara panas naik, udara sejuk selanjutnya dipanasi oleh muka bumi yang hangat. Udara ini menjadi lebih ringan dan naik. Demikianlah timbulnya arus udara.

Kedudukan matahari di langit berpengaruh langsung pada suhu. Pada musim panas matahari tinggi di langit. Jumlah bahang yang sampai di permukaan bumi terpusat. Pada musim dingin matahari rendah di langit. Karena sinarnya miring terhadap permukaan bumi, bahang tidak begitu terpusat. Oleh karena itu musim panas lebih hangat daripada musim dingin.

Suhu paling rendah terjadi tepat sebelum fajar. Ini karena permukaan bumi menjadi dingin dengan cepat sesudah matahari tenggelam. Suhunya turun terus sejak matahari tenggelam sampai fajar berikutnya.
read more...

Friday, February 5, 2010

Tumbuhan Karnivora

Tidak hanya hewan saja yang memangsa daging, loh. Tanaman pun ada juga yang memangsa daging untuk kelangsungan hidup mereka. Mereka biasa disebut sebagai tumbuhan karnivora.

Tumbuhan jenis ini memangsa serangga seperti semut, lalat, atau laba-laba untuk memperoleh nitrogen yang sangat dibutuhkan untuk memperkaya nutrisi mereka. Biasanya tumbuhan menyerap nitrogen dan nitrat dari tanah, namun beda lagi dengan tumbuhan karnivora. Tumbuhan karnivora tumbuh di daerah yang kandungan nitrogennya kurang, seperti di daerah gambut. Oleh karena itu, tumbuhan karnivora mencerna mangsanya untuk memperoleh nitrogen. Tumbuhan-tumbuhan karnivora ini mempunyai cara-cara unik untuk menangkap mangsanya, loh. Mau tahu? Yuk, kita cari tahu beberapa di antaranya!

Kantong Semar atau Nepenthes
Kantong semar tumbuh dan tersebar mulai dari Australia bagian utara, Asia Tenggara, hingga Cina bagian selatan. Di dunia telah ditemukan 82 jenis kantong semar, 64 jenis di antaranya ditemukan di Indonesia. Bentuk tanaman ini sangat unik dan menarik, menyerupai kendi atau kantong yang memiliki tutup yang bisa terbuka dan tertutup. Pada bagian ujung kantong berwarna merah serta menebarkan aroma yang khas. Inilah yang menjadi daya tari kantong semar untuk menarik mangsanya. Tak heran banyak serangga yang dibuat lengah oleh kantong semar. Begitu mendekat ke bibir kantong semar, mangsa akan terpeleset dan masuk ke dalam kantongnya yang licin. Cairan yang berada di dalam kantong itu langsung bekerja mencerna mangsanya. Cairan-cairan itu dihasilkan oleh bagian bawah kantong semar. Tumbuhan ini memerlukan beberapa jam saja untuk mencerna serangga kecil, sedangkan untuk serangga besar dibutuhkan waktu beberapa hari.

Sewaktu daun kantong semar masih muda, penutupnya masih dalam keadaan tertutup. Ia akan membuka ketika sudah dewasa. Ia juga akan terus menutup apabila ia sedang mencerna mangsanya. Ini bertujuan agar tidak ada yang merebut mangsa milik kantong semar yang sudah ia peroleh.

Venus
Tumbuhan yang lebih dikenal dengan Venus Fly Trap ini gemar sekali mengonsumsi serangga, seperti lalat dan juga larva kecil. Bentuk dan warnanya sangat menarik, menyerupai buku yang sedang dibuka. Bagian luarnya berwarna hijau sedangkan bagian dalamnya berwarna merah. Di bagian sisi atas daunnya terdapat rambut-rambut halus yang cukup panjang berwarna merah. Bentuk daun dan aroma sedap yang dikeluarkan oleh kelenjar-kelenjar di sekeliling daunnya menarik serangga untuk mendekat kemudian hinggap pada daun venus.

Bagi serangga, tumbuhan ini tidak terlihat menyeramkan. Namun, ketika serangga mendekat dan menyentuh rambut-rambut venus, dengan sekejap tumbuhan ini langsung menutup daunnya dan memakan serangga. Gerakan-gerakan serangga yang ingin melepaskan diri dari tumbuhan ini justru akan semakin mempererat perangkap daun venus. Serangga terperangkap dan terjepit di antara daun-daun venus. Kemudian tumbuhan ini mengeluarkan cairan untuk menghancurkan dan melarutkan daging serangga. Proses menghancurkan serangga hingga seperti bubur bisa mencapai 5 sampai 12 hari. Setelah proses tersebut, daun venus akan kembali menggerakkan daunnya untuk kembali terbuka. Untuk satu daun venus bisa memakan 2 sampai 3 serangga, baru setelah itu daun venus akan mati.

Tumbuhan venus ini memiliki kemampuan menutup daunnya dengan kecepatan tinggi. Bayangkan saja, venus lebih cepat menangkap lalat dari pada manusia menangkap seekor lalat, loh.

Sundew
Tumbuhan ini berasal dari Afrika Utara. Sundew tumbuh di tanah yang tandus, bahkan ia bisa hidup pada area semi gurun pasir. Sundew berbentuk seperti batang pipih yang memanjang. Tubuhnya dipenuhi rambut halus yang cukup panjang dan berwarna merah. Pada ujung rambutnya dilapisi cairan yang sangat kental dengan aroma yang khas untuk menarik perhatian serangga. Serangga yang tertarik dengan aroma sundew berusaha mendekat dan hinggap pada tumbuhan sundew. Apabila terkena rambut-rambut halus sundew, serangga tersebut langsung menempel. Di saat serangga ingin melepaskan diri, daun sundew yang panjang justru menggerakkan daunnya ke arah bagian dalam untuk lebih merekatkan mangsanya. Kemudian, ia mencerna seluruh bagian serangga. Cairan-cairan yang ada pada ujung rambut sundew tidak menjadikan rambut-rambut tersebut saling menempel. Cairan kental yang mirip dengan lem itu hanya berfungsi pada mangsanya.
read more...

Wednesday, February 3, 2010

Persebaran Flora da Fauna di Permukaan Bumi

Persebaran Flora dan Fauna di permukaan bumi dipengaruhi beberapa factor. Antara lain iklim (klimatis), tanah, ketinggian tempat dan bentuk lahan (fisiografis) serta makhluk hidup yang lain (Biotis).

I. Pengertian Flora dan Fauna
Flora adalah dunia tumbuhan yang terdapat di muka bumi baik tumbuhan besar, seperti pohon, semak belukar dan mikroflora seperti jamur.
Fauna adalah dunia hewan atau binatang yang hidup di muka bumi, baik di darat mapun di muka laut.

A). Jenis dan Persebaran Flora di Dunia
Persebaran flora didunia dapat diketahui berdasarkan ekosistem. Ekosistem daratan utama di permukaan secara horizontal ( dari ekuator ke kutub ). Berdasarkan kondisi iklim dibedakan menjadi 4 macam, yaitu ekosistem tropika, ekosistem daerah sedang, ekosistem taiga, ekosistem tundra.

1. Ekosistem Tropika
Ekosistem tropika memiliki 3 tipe, yaitu hutan hujan tropis, hutan musim dan sabana tropika.
  • Hutan Hujan Tropis
    Hutan hujan tropis adalah hutan yang berada didaerah tropis dengan ciri hujan sepanjang tahun. Suhu dan kelembaban udara selalu tinggi, serta vegetasinya berupa pohon-pohon yang tinggi disertai semak belukar dan tumbuhan merambat. Pada hutan ini produksi serasah organik tinggi. Persebaran hutan ini, antara lain di negara Indonesia, Malaysia, Filipina, Brasil, Karibia, Kolumbia, India, Sri Lanka, Afrika timur, Afrika barat dan Malagasi.
  • Hutan Musim
    Hutan musim berada di sebelah-menyebelah ekuator dengan ciri perbedaan antara musim penghujan dan musim kemarau. Sangat jelas vegetasinya menggugurkan daun pada musim kemarau. Persebaran hutan ini, antara lin di negara Indonesia, Australia utara, Myanmar, Vietnam, Laos, Kampuehea, India serta di tepi hutan hujan tropis di Amerika tengah dan Amerika selatan.
  • Sabana Tropika
    Sabana tropika ditandai dengan komunitas padang rumput dan tumbuh pohon kecil serta semak-semak yang tumbuh menyebar tidak merata.

2. Ekosistem Taiga
Ekosistem ini didominasi oleh hutan dengan jenis pohon konifer dan pinus yang dapat hidup pada suhu dingin yang ekstrem penyebarannya antara lain meliputi Eropa-Asia dan Amerika Utara.

3. Ekosistem Tundra
Ekositem ini tanpa pepohonan dan berada diwilayah Artik yang dingin dan kering vegetasi utama adalah lumut yang tumbuh di musin panas.

B). Jenis dan Persebaran Fauna di Indonesia
Menurut Alfred Rused Wallace, permukaan bumi dapat menjadi enam kawasan fauna. Keenam kawasan tersebut adalah kawasan Ethiopia, Palearktik, Oriental, Neotropik, Nearktik, dan Australia.

1. Ethiopia
Kelompok fauna yang hidup di afrika dan merupakan ciri khas fauna di afrika. Contohnya, Jerapah, Gorila, Gajah Afrika dan Zebra (berasal dari kongo).

2. Palearktik
Klompok fauna yang hidup di Eropa serta Asia barat daya, Asia Tengah, dan Asia Utara. Contohnya, Rusa dan Beaver.

3. Oriental
Kelompok fauna yang menempati Kawasan Asia Selatan dan Asia Tenggara serta berciri khas Asia selatan dan Asia tenggara. Contohnya, Gajah (dari India), Badak, Harimau, Tarsier, dan Merak (dari Indonesia).

4. Neotropik
Jenis fauna yang mempunyai cirri khas dan menempati suatu daerah di Amerika Selatan. Pada akhir zaman tersier kawasan ini berhubungan dengan amerika utara sehingga banyak hewan yang berimigrasi ke Amerika Utara. Jenis fauna di kawasan ini antara lain Kukang, Tapir, dan Teringgiling.

5. Nearktik
Kelompok jenis fauna yang mempunyai ciri khas Amerika Utara. Contohnya, Bison (Amerika serikat dan Kanada), Rerdeer (Kanada), dan Pelikan (Pantai utara Kanada).

6. Australia
Kelompok jenis fauna yang berasal dari Australia dan mempunyai ciri khas Australia. Contohnya, Kangguru, Cendrawasih, dan Platyphus.

read more...

Tuesday, February 2, 2010

Laut

Seperti sungai, laut pun mengikis dan mengauskan permukaan bumi dengan aliran dan kekuatan gelombang. Gelombang mengangkut bahan kikisan, mengendapkan muatannya di dasar laut yang membentuk strata sedimen.

Ada banyak jenis pantai: curam, berpasir, landai dan berkarang. Ciri pantai dapat disebabkan oleh gabungan beberapa faktor sebagai berikut : ulah gelombang, kelandaian pantai, sifat batuan pantai, perubahan ketinggian permukaan tanah dan laut, kegiatan vulkanik, dan pembentukan koral.

Seperti permukaan daratan dasar laut pun mempunyai relief, misalnya paparan benua, lereng benua, punggung dan plato samudra, dan palung samudra. Oseanografi ialah ilmu yang mempelajari semua gejala yang berhubungan dengan lautan. Penelitian oseanografi juga menggunakan kapal yang dilengkapi dengan peralatan seperti peranti sonar pengukur gema. Suara dipancarkan ke dasar lautuntuk menentukan kedalamannya, dan dan kedalaman ini tercatat bila suara itu terpantulkan. Batuan dasar laut juga dikumpulkan, kemudian diperiksa oleh para ahli geologi. Dasar laut mengandung kekayaan sumber alam yang berharga bagi manusia, seperti batu bara dan minyak bumi.
read more...

Danau

Danau adalah ceruk atau cekungan pada permukaan bumi yang berisi air. Danau yang luas kadang kala dinamakan laut: misalnya Laut Kaspia dan Laut Aral. Ada banyak sekali tipe danau, dan umumnya dikelompokkan menurut asal usulnya. Sejumlah besar danau di dunia terbentuk oleh gletser dan lembaran es. Beberapa danau terbentuk oleh angin atau air hujan, sedang lainnya aleh gerakan bumi atau kegiatan vulkanik.Danau itu sangat berbeda-beda ukuran dan dalamnya, tergantung pada cara terbentuknya.

Danau yang disebabkan oleh kegiatan vulkanik
  • Danau kaldera terbentuk bila di dalam kaldera atau bagian tengah gunung berapi yang runtuh terkumpul air. Danau ini umumnya bulat dan dalam. Danau Toba di Sumatera adalah suatu danau kaldera.
  • Danau kawah terbentuk bila dalam kawah, atau lubang bulat mirip corong di puncak gunung berapi terkumpul air. Contohnya ialah danau kawah di Oregon ( Amerika Serikat ).
  • Danau bendungan lava terbentuk bila aliran lava gunung berapi menyumbat lembah sungai dan menyebabkan terbentuknya danau. Contohnya adalah Laut Galilea di Timur Tengah.

Danau yang disebabkan oleh pengikisan

  • Danau gletser terbentuk bila gletser dan lembaran es mengeruk permukaan bumi dan membentuk ceruk. Kemudian ceruk ini terisi air dan membentuk danau. Contohnya ialah Danau Leman (Swiss dan Perancis).
  • Danau Lekukan gurun terbentuk di daerah kering tempat angin menghasilkan lekukan. Bila dasar lekuk tersebut mencapai muka air tanah, maka terbentuklah sebuah danau. Contohnya ialah oase gurun di seluruh dunia.

Danau yang dihasilkan oleh sungai dan laut

  • Danau tapal kuda dihasilkan bila sungai yang berkelok-kelok melintasi daratan mengambil jalan pintas dan meninggalkan potongan-potongan yang akhirnya membentuk danau tapal kuda.
  • Danau delta terbentuk di sepanjang pantai yang arus pantainya mengendapkan pasir dan membentuk gosong pasir. Akhirnya, gosong pasir itu sama sekali memisahkan sebagian kecil laut, dan dengan demikian membentuk laguna. Delta-delta terbesar di dunia mempunyai danau delta atau laguna.

Danau yang dihasilkan oleh gerakan bumi

  • Danau sesar terjadi jika persesaran di kerak bumi, maka terbentuklah lekukan atau lembah retak yang kemudian dapat menjadi danau. Contonya ialah Danau Malawi di Lembah Retakan Afrika Timur.


read more...

Tanah

Tanah terdiri dari pasir dan tanah liat. Aslinya berupa batuan yang telah terpecah-pecahmenjadi kepingan sangat kecil, mulai dari kerikil dan pasir sampai butir-butir koloid yang halus dan kasat mata. Tanah juga mengandung bahan-bahan hewani dan nabati, baik yang hidup dan yang lapuk, misalnya akar-akaran, bakteri, jamur, cacing dan serangga.

Daratan tempat kita berpijak terdiri dari pasir dan tanah. Baik pasir maupun tanah asalnya dari batuan. Tidak peduli betapa keras dan tahannya, batuan itu akhirnya pecah dan hancur menjadi butiran pasir kecil.

Tanah adalah hasil terakhir pelapukan batuan yang terkena kekuatan alam, seperti misalnya air mengalir, gelombang, gletser dan angin.

Jenis-Jenis Tanah

Anda tentu mengetahui dan memperhatikan bahwa jenis tanah yang terdapat di permukaan bumi berbeda-beda antara satu tempat dengan tempat lainnya. Pada uraian materi ini akan dibahas jenis-jenis tanah yang terdapat di Indonesia. Selamat belajar semoga sukses!

Jenis tanah yang terdapat di Indonesia bermacam-macam, antara lain:

1. Organosol atau Tanah Gambut atau Tanah Organik
Jenis tanah ini berasal dari bahan induk organik seperti dari hutan rawa atau rumput rawa, dengan ciri dan sifat: tidak terjadi deferensiasi horizon secara jelas, ketebalan lebih dari 0.5 meter, warna coklat hingga kehitaman, tekstur debu lempung, tidak berstruktur, konsistensi tidak lekat-agak lekat, kandungan organik lebih dari 30% untuk tanah tekstur lempung dan lebih dari 20% untuk tanah tekstur pasir, umumnya bersifat sangat asam (pH 4.0), kandungan unsur hara rendah.

Berdasarkan penyebaran topografinya, tanah gambut dibedakan menjadi tiga yaitu:
a. gambut ombrogen: terletak di dataran pantai berawa, mempunyai ketebalan 0.5 – 16 meter, terbentuk dari sisa tumbuhan hutan dan rumput rawa, hampir selalu tergenang air, bersifat sangat asam. Contoh penyebarannya di daerah dataran pantai Sumatra, Kalimantan dan Irian Jaya (Papua);
b. gambut topogen: terbentuk di daerah cekungan (depresi) antara rawa-rawa di daerah dataran rendah dengan di pegunungan, berasal dari sisa tumbuhan rawa, ketebalan 0.5 – 6 meter, bersifat agak asam, kandungan unsur hara relatif lebih tinggi. Contoh penyebarannya di Rawa Pening (Jawa Tengah), Rawa Lakbok (Ciamis, Jawa Barat), dan Segara Anakan (Cilacap, Jawa Tengah); dan
c. gambut pegunungan: terbentuk di daerah topografi pegunungan, berasal dari sisa tumbuhan yang hidupnya di daerah sedang (vegetasi spagnum). Contoh penyebarannya di Dataran Tinggi Dieng.

Berdasarkan susunan kimianya tanah gambut dibedakan menjadi:
a. gambut eutrop, bersifat agak asam, kandungan O2 serta unsur haranya lebih tinggi;
b. gambut oligotrop, sangat asam, miskin O2 , miskin unsur hara, biasanya selalu tergenang air; dan
c. mesotrop, peralihan antara eutrop dan oligotrop.

2. Aluvial
Jenis tanah ini masih muda, belum mengalami perkembangan, berasal dari bahan induk aluvium, tekstur beraneka ragam, belum terbentuk struktur , konsistensi dalam keadaan basah lekat, pH bermacam-macam, kesuburan sedang hingga tinggi.
Penyebarannya di daerah dataran aluvial sungai, dataran aluvial pantai dan daerah cekungan (depresi).

3. Regosol
Jenis tanah ini masih muda, belum mengalami diferensiasi horizon, tekstur pasir, struktur berbukit tunggal, konsistensi lepas-lepas, pH umumnya netral, kesuburan sedang, berasal dari bahan induk material vulkanik piroklastis atau pasir pantai.
Penyebarannya di daerah lereng vulkanik muda dan di daerah beting pantai dan gumuk-gumuk pasir pantai.

4. Litosol
Tanah mineral tanpa atau sedikit perkembangan profil, batuan induknya batuan beku atau batuan sedimen keras, kedalaman tanah dangkal Tanah mineral tanpa atau sedikit perkembangan profil, batuan induknya batuan beku atau batuan sedimen keras, kedalaman tanah dangkal (< 30 cm) bahkan kadang-kadang merupakan singkapan batuan induk (outerop). Tekstur tanah beranekaragam, dan pada umumnya berpasir, umumnya tidak berstruktur, terdapat kandungan batu, kerikil dan kesuburannya bervariasi.Tanah litosol dapat dijumpai pada segala iklim, umumnya di topografi berbukit, pegunungan, lereng miring sampai curam.5. Latosol
Jenis tanah ini telah berkembang atau terjadi diferensiasi horizon, kedalaman dalam, tekstur lempung, struktur remah hingga gumpal, konsistensi gembur hingga agak teguh, warna coklat merah hingga kuning.

Penyebarannya di daerah beriklim basah, curah hujan lebih dari 300 – 1000 meter, batuan induk dari tuf, material vulkanik, breksi batuan beku intrusi.

6. Grumosol
Tanah mineral yang mempunyai perkembangan profil, agak tebal, tekstur lempung berat, struktur kersai (granular) di lapisan atas dan gumpal hingga pejal di lapisan bawah, konsistensi bila basah sangat lekat dan plastis, bila kering sangat keras dan tanah retak-retak, umumnya bersifat alkalis, kejenuhan basa, dan kapasitas absorpsi tinggi, permeabilitas lambat dan peka erosi. Jenis ini berasal dari batu kapur, mergel, batuan lempung atau tuf vulkanik bersifat basa.
Penyebarannya di daerah iklim sub humid atau sub arid, curah hujan kurang dari 2500 mm/tahun.

7. Podsolik Merah Kuning
Tanah mineral telah berkembang, solum (kedalaman) dalam, tekstur lempung hingga berpasir, struktur gumpal, konsistensi lekat, bersifat agak asam (pH kurang dari 5.5), kesuburan rendah hingga sedang, warna merah hingga kuning, kejenuhan basa rendah, peka erosi. Tanah ini berasal dari batuan pasir kuarsa, tuf vulkanik, bersifat asam. Tersebar di daerah beriklim basah tanpa bulan kering, curah hujan lebih dari 2500 mm/tahun.

8. Podsol
Jenis tanah ini telah mengalami perkembangan profil, susunan horizon terdiri dari horizon albic (A2) dan spodic (B2H) yang jelas, tekstur lempung hingga pasir, struktur gumpal, konsistensi lekat, kandungan pasir kuarsanya tinggi, sangat masam, kesuburan rendah, kapasitas pertukaran kation sangat rendah, peka terhadap erosi, batuan induk batuan pasir dengan kandungan kuarsanya tinggi, batuan lempung dan tuf vulkan masam.
Penyebaran di daerah beriklim basah, curah hujan lebih dari 2000 mm/tahun tanpa bulan kering, topografi pegunungan. Daerahnya Kalimantan Tengah, Sumatra Utara dan Irian Jaya (Papua).

9. Andosol
Jenis tanah mineral yang telah mengalami perkembangan profil, solum agak tebal, warna agak coklat kekelabuan hingga hitam, kandungan organik tinggi, tekstur geluh berdebu, struktur remah, konsistensi gembur dan bersifat licin berminyak (smeary), kadang-kadang berpadas lunak, agak asam, kejenuhan basa tinggi dan daya absorpsi sedang, kelembaban tinggi, permeabilitas sedang dan peka terhadap erosi. Tanah ini berasal dari batuan induk abu atau tuf vulkanik.

10. Mediteran Merah – Kuning
Tanah mempunyai perkembangan profil, solum sedang hingga dangkal, warna coklat hingga merah, mempunyai horizon B argilik, tekstur geluh hingga lempung, struktur gumpal bersudut, konsistensi teguh dan lekat bila basah, pH netral hingga agak basa, kejenuhan basa tinggi, daya absorpsi sedang, permeabilitas sedang dan peka erosi, berasal dari batuan kapur keras (limestone) dan tuf vulkanis bersifat basa. Penyebaran di daerah beriklim sub humid, bulan kering nyata. Curah hujan kurang dari 2500 mm/tahun, di daerah pegunungan lipatan, topografi Karst dan lereng vulkan ketinggian di bawah 400 m. Khusus tanah mediteran merah – kuning di daerah topografi Karst disebut terra rossa.

11. Hodmorf Kelabu (gleisol)
Jenis tanah ini perkembangannya lebih dipengaruhi oleh faktor lokal, yaitu topografi merupakan dataran rendah atau cekungan, hampir selalu tergenang air, solum tanah sedang, warna kelabu hingga kekuningan, tekstur geluh hingga lempung, struktur berlumpur hingga masif, konsistensi lekat, bersifat asam (pH 4.5 – 6.0), kandungan bahan organik. Ciri khas tanah ini adanya lapisan glei kontinu yang berwarna kelabu pucat pada kedalaman kurang dari 0.5 meter akibat dari profil tanah selalu jenuh air.
Penyebaran di daerah beriklim humid hingga sub humid, curah hujan lebih dari 2000 mm/tahun.

12. Tanah sawah (paddy soil)
Tanah sawah ini diartikan tanah yang karena sudah lama (ratusan tahun) dipersawahkan memperlihatkan perkembangan profil khas, yang menyimpang dari tanah aslinya. Penyimpangan antara lain berupa terbentuknya lapisan bajak yang hampir kedap air disebut padas olah, sedalam 10 – 15 cm dari muka tanah dan setebal 2 – 5 cm. Di bawah lapisan bajak tersebut umumnya terdapat lapisan mangan dan besi, tebalnya bervariasi antara lain tergantung dari permeabilitas tanah. Lapisan tersebut dapat merupakan lapisan padas yang tak tembus perakaran, terutama bagi tanaman semusim. Lapisan bajak tersebut nampak jelas pada tanah latosol, mediteran dan regosol, samara-samar pada tanah aluvial dan grumosol.
read more...

Batu

Menurut asal usulnya batu-batuan dapat dibagi ke dalam tiga kelompok utama, batuan beku, batuan sedimen dan batuan malihan. Bakuan beku terbentuk oleh lava yang mencapai permukaan selama letusan gunung berapi lalu menjadi dingin. Batuan sedimen berunsurkan butir-butir batu dari batuan yang sudah ada, kemudian diangkut dan diendapkan oleh angin, sungai, gletser atau es, dan unsur samudra. Batuan malihan berasal dari batuan beku atau batuan sedimen yang berubah susunan dan rupanya akibat tekanan dan bahang.

Pemakaian batuan pada dasarnya tergantung pada kekhususannya. Batuan yang agak keras atau tahan seperti granitdan batu sabak, merupakan bahan bangunan yang baik, maka batuan ini dipakai untuk bangunan. Pualam, suatu batuan keras, mengkilat dan berpola-pola, penggunannya bermaca-macam, baik untuk bangunan maupun hiasan. Batu gamping dan tanah liat merupakan bahan baku pembuatan semen.

Mineral adalah unsur an organik pembentuk batu-batuan. Ada berbagai jenis mineral, pembedanya berdasarkan kilap, kekerasan, warna, warna gores, ira (belahan), pecahan, dan berat jenisnya. Sebagian besar batuan mengandung dua atau tiga mineral, tetapi beberapa hanya mengandung beberapa macam saja.

Nama dan sifat kelompok batuan ditentukan oleh kandungan dan proposi mineralnya. Karena setiap kelompok mineral berkaitan dengan jenis khusus batuan, maka sifat ini sangat memudahkan ahli geologi dalam mengenali batuan.
read more...

Asal Mula Terbentuknya Gunung Berapi

Indonesia memang dikelilingi banyak gunung berapi karena Indonesia terletak di kawasan Lautan Pasifik yang terkenal dengan deretan gunung berapinya atau sering disebut dengan Ring of Fire. Gunung berapi ada yang berada di daratan, namun lebih banyak lagi yang berada di dasar laut. Beberapa letusan gunung berapi ternyata juga dapat mengakibatkan terbentuknya gunung berapi baru seperti Anak Krakatau. Hmm, sebenarnya, bagaimana ya cara terbentuknya sebuah gunung berapi?

Awal Mulanya
Gunung berapi terbentuk dari batuan cair panas yang disebut magma yang berasal dari perut bumi. Pada saat gunung meletus, magma naik ke permukaan melewati retakan-retakan yang ada di batuan padat dan kemudian meletus. Terkadang magma menghasilkan letusan yang sangat dahsyat. Magma mengalir seperti sungai api, sambil menyeret bebatuan, debu, abu, uap panas, dan gas panas lain yang dilaluinya.

Magma yang meletus dari gunung berapi disebut lava. Lama kelamaan lava mendingin dan mengeras menjadi bebatuan. Dari lava yang menumpuk tersebut dapat terbentuk sebuah gunung baru. Beberapa gunung yang berasal dari gunung berapi memiliki lubang berbentuk mangkuk yang disebut kawah.

Bentuk Gunung Berapi


Bentuk dan ukuran gunung berapi bermacam-macam, di antaranya ada yang berbentuk kerucut, stratovolcano (kumpulan gunung berapi berbentuk kerucut), perisai, kaldera, dan berbentuk dataran tinggi.

Bentuk kerucut adalah bentuk gunung berapi yang paling terkenal sehingga orang sering menganggap gunung yang berbentuk kerucut adalah gunung berapi. Gunung Fuji di Jepang merupakan salah satu contoh gunung berapi berbentuk kerucut.

Gunung berapi perisai berbentuk seperti gundukan tanah yang tumpah di salah satu sisinya, sehingga bentuknya seperti lingkaran perisai. Gunung berapi dengan bentuk perisai ini ada yang berukuran kecil dan besar. Ukuran yang paling besar sering kali lebih besar dari ukuran stratovolcano. Contoh gunung berapi perisai dapat ditemui di Gunung Mauna Loa dan Kilauea di Hawaii.

Bagian tengah gunung berapi terkadang runtuh karena letusan yang terjadi. Sebagian atau semua reruntuhan itu kemudian mengisi ruang magma. Akibatnya terbentuklah lubang di tanah yang disebut kaldera. Kaldera bisa berbentuk lingkaran atau oval, diameternya pun dapat lebih besar daripada diameter gunung berapi perisai. Apabila terjadi letusan baru, maka terbentuklah kerucut kecil di dalam kaldera. Beberapa kaldera ada juga yang lubangnya dipenuhi air.

Gunung berapi tidak selamanya berbentuk seperti gunung, loh. Ketika gunung berapi meletus, lava dan berbagai macam bebatuan terkadang mengalir keluar seperti sungai dan menutupi area yang sangat luas, bahkan sampai ribuan kilometer persegi. Lava dan berbagai macam bebatuan tersebut kemudian membentuk dataran tinggi yang besar yang disebut gunung berapi dataran tinggi atau volcanic plateau.

Apakah Semua Gunung Berapi Bisa Meletus?
Beberapa gunung berapi yang selalu meletus disebut dengan gunung berapi aktif. Namun, ada juga gunung berapi yang sudah tidak dapat meletus lagi sejak zaman prasejarah yang disebut dengan gunung berapi mati.

Gunung berapi ternyata juga bisa “tidur panjang” loh. Mereka tidak meletus dalam waktu yang lama, namun mereka dapat meletus lagi. Gunung ini dinamakan gunung berapi tidur atau tidak aktif.

Para ahli selalu mencoba menghitung atau memperkirakan kapan gunung berapi akan meletus. Para ahli mengebor dan membuat peta bagian dalam gunung berapi. Mereka juga menggunakan satelit untuk mempelajari gunung berapi dari luar angkasa.
read more...