Showing posts with label Wawasan. Show all posts
Showing posts with label Wawasan. Show all posts

Saturday, November 27, 2010

Duka Tsunami di Mentawai

Dunia berduka kembali setelah terjadinya goncangan tsunami yang terjadi di Mentawai, tsunami yang berkekuatan lebih dari 7 skala richter.

Korban akibat tsunami tersebut ternyata bukan hanya warga di sekitar tempat tersebut melainkan banyak warga asing juga, dan kabarnya ada sekitar sembilan orang peselancar yang ikut menjadi korban tsunami tersebut.

Mereka dinyatakan hilang setelah kapal yang ditumpanginya itu diterjang gelombang pasang tsunami, saat kejadian tersebut para peselancar tersebut sedang berada di Mentawai untuk berselancar.

Menurut kabar yang didapat dari korban yang selamat, dua kapal yang ditumpangi warga Australia birtu berbenturan setelah diterjang gelombang tsunami sampai, sampai kedua kapal tersebut terbakar sampai penumpangnya hilang, dan sampai sejauh ini belum ada kabar tentang korban tersebut.

Bencana Alam dan Korban Tsunami Pulau Mentawai. Bencana tsunami Mentawai menyiksakan duka amat mendalam bagi keluarga yang kehilangan kerabat dan anggotanya. Bukan hanya itu, diperlukan waktu dan biaya yang tidak sedikit untuk membangun kembali Pulau Mentawai ini dan memulihkan kondisi psikologis para korban. Hingga saat ini menurut berita yang dilansir korban Mentawai terus berjatuhan, tidak kurang dari 350 korban tewas, belum termasuk sekitar 400 orang raib dan 160 orang luka-luka akibat dari sapuan tsunami yang menghantam Mentawai.

Pejabat tinggi negara pun sudah mulai berdatangan, Presiden RI beserta Wapres Budiono telah meninjau lokasi bencana serta menemui para pengungsi dan korban bencana. Bantuan dari dalam dan  luar negeri pun mulai berdatangan. 123 orang personil Polda Sumatera Barat, berangkatkan lokasi bencana membawa bantuan, di sana mereka juga kan ikut membantu pencarian korban yang asih belum ditemukan.

Bencana gempa tsunami Mentawai, memang menyita perhatian semua, bukan hanya di dalam negeri tapi dari luar negeri. Terlebih, jumlah korban yang jatuh sangat banyak, bahkan akan terus bertambah, mengingat masih banyak yang sampai kini belum ditemukan. Kita semua berduka.


read more...

Saturday, October 16, 2010

Unsur / Struktur Resensi (NonFormal)

1. Identitas Buku
• Judul : Indonesia on the Move
• Penyunting : Dino Patti Djalal
• Penerbit : Buana Ilmu Populer, 2007
• Tebal : 335 halaman

2. Judul Resensi
Ketegasan Sikap SBY:
Kita Bukan “A Nation In Waiting”

3. Jenis Buku
Buku ini termasuk Non Fiksi

4. Ringkasan Isi
Buku setebal 335 halaman itu diterbitkan PT Bhuana Ilmu Populer dan akan diluncurkan Jumat pagi, 28 Desember, sekaligus menandai pembukaan Toko Buku Gramedia di Jalan Matraman, Jakarta.
Yenny Wahid menulis artikelnya ketika masih menjabat sebagai “…a political communications staffer for President Susilo Bambang Yudhoyono and director of Wahid Institute”. Maka pertanyaan paling menarik tentu saja adalah apakah pendapatnya masih tetap berlaku? Sebab waktu terus berlalu dan kini dia sudah tidak lagi menjabat sebagai staf Presiden. Sesudah secara sukarela dia mengundurkan diri dari posisi itu karena Yenny ditunjuk menjadi Sekjen Partai Kebangkitan Bangsa, parpol yang didirikan KH Abdurrahman Wahid, ayah kandungnya.
“Kepresidenan merupakan jabatan politik tertinggi dan posisi yang menuntut tanggung jawab besar sekaligus bisa ikut membentuk sejarah. Ketika masyarakat mengikuti pilpres pertama yang dilaksanakan secara langsung tahun 2004, mereka sebenarnya sedang menulis lembaran baru dalam sistem politik kami. Sebuah titik penentuan yang tidak mungkin terulang kembali dalam perjalanan transisi menuju kehidupan demokratis”, tulis Presiden SBY dalam kata pengantar untuk buku ini.
Sementara itu, Dr Dino Patti Djalal selaku editor melukiskan, “Presiden selalu mengingatkan saya, memimpin pemerintahan beda dengan kampanye, sebab bukan kontes mencari popularitas. Meski demikian, dia menegaskan, mengelola pemerintahan dan menangani kampanye memiliki persamaan dalam meraih sekaligus berusaha menjaga kepercayaan rakyat. Oleh karena sekali kepercayaan tersebut menyurut, maka hari-hari terakhir kekuasaan tinggal bisa dihitung dengan jari”.
Dalam buku ini SBY menjelaskan, setiap kali melakukan tatap muka dengan segala lapisan masyarakat, mereka selalu menyerukan kata-kata, jangan mundur, teruskan, kita pasti mampu, bersama kita bisa. Kepercayaan mereka kepada prinsip demokrasi dan reformasi, berikut harapan untuk bisa meraih kehidupan lebih baik, sesuai janji kampanye saya, yakni tekad membangun demokrasi, tegaknya hukum, kemakmuran, menjaga keamanan, memberantas korupsi, menyelesaikan konflik dan membangun sosok terhormat dalam dunia internasional.
Karena alasan-alsan tersebut SBY menegaskan, dalam setiap kesempatan, baik di dalam negeri maupun di forum antarbangsa, “…saya bertekad mengartikulasikan keinginan bahwa Indonesia merupakan bagian dari masyarakat dunia, berdasar persamaan hak, harmoni dan membina kerja sama”.
Buku menarik ini terbagi dalam enam bagian. Diawali dengan pembicaraan sekitar persoalan pembangunan bangsa, yaitu demokrasi dan reformasi, kemudian refleksi tentang Islam, penanganan konflik, pembangunan ekonomi dan MDGs (Tujuan Pembangunan Abad Milenium), peristiwa internasional serta bagian yang disebut sebagai pidato pribadi. Semua itu kemudian ditambah sejumlah artikel dan hasil wawancara, melengkapi kutipan komentar singkat dari berbagai tokoh sekitar sosok SBY yang tersebar di sana-sini.
Dari keenam bagian tersebut, porsi terbanyak, tujuh buah, terdapat pada peristiwa internasional. Adapun porsi paling kecil, hanya satu, mengenai pembangunan ekonomi dan MDGs dikutip dari pidato SBY di Columbia University, New York, AS, tanggal 13 September 2005, Perspective on the MDGs and the way forward to 2015.

5. Penilaian
Kelebihan
Buku ini sangat penting dibaca untuk para pengamat serius masalah politik dan ekonomi Asia, kata Steve Forbes, CEO Forbes Inc.

6. Nilai Karya
Maka saya lantas bertanya, mengapa buku ini justru (hanya) diterbitkan dalam bahasa Inggris? Apakah SBY hanya ingin berdialog dengan orang luar dan melalaikan masyarakat pendukung dan yang tentunya ingin dia ajak mewujudkan, apa yang impossible menjadi possible?


Tugas Ke-2
Nama : Adityo Aryo. P
Npm : 12108172
Kelas : 3KA16
Mata Kuliah : Bahasa Indonesia 1
read more...

Tuesday, October 12, 2010

Pidato "Polusi Udara" (Formal)

Assalamualaikum Wr. Wb

Saya sangat menghargai kesempatan ini untuk berpidato pada kesempatan yang menyenangkan ini, dan saya sangat berterima kasih untuk kepercayaan dan penghormatannya. Topik saya hari ini adalah “Polusi Udara”.

Banyak orang tidak menyadari udara adalah bagian dari lingkungan kita dan ekosistem kita, kenyataannya, udara sangat penting. Keberadaan di bumi ini tidak berlaku tanpa oksigen di udara. Tidak hanya oksigen tetapi juga banyak gas untuk bernafas, seperti Nitrogen 78%, Oksigen 21%, dan sisanya adalah 1% dari Hidrogen, Karbondioksida, Krypton, Argon, Xenon, Neon, Radon, dan Helium. Meskipun hanya 1% dari itu, peningkatan dari jumlah udara dapat berpengaruh buruk untuk kehidupan. Gas berbahaya yang dilepaskan di udara secara berangsur-angsur sampai di kegiatan manusia, dan itu disebut “Polusi Udara”.

Taukah kamu karbonmonoksida ? Itu adalah jenis molekul, terdiri dari karbon dan oksigen. Itu dibentuk ketika bahan bakar yang dibakar, terjadi pada mesin mobil. Karbonmonoksida adalah gas beracun. Itu dapat menghambat sel darah di tubuh manusia untuk pembagian oksigen.

Kita tahu, di setiap kota banyak mobil, pabrik yang membakar batu bara dan minyak tanah menghasilkan abu asap. Oleh karena itu, itu menyebabkan iritasi di mata dan paru-paru kita, dan itu juga dapat merusak banyak tanaman di lingkungan kita.

Banyak kota mengalami masalah ini, bagaimanapun itu belum ditemukan solusinya.

Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah dan semua orang harus mendukung satu sama lainnya untuk menjaga lingkungan sebaik-baiknya dengan penanaman tumbuhan disisi jalan yang dilalui dan juga di depan rumah kita, penggunaan kedok gas ketika mengendarai motor atau berjalan di jalan yang sibuk.

Keismpulannya, saya sungguh berharap kita dapat berhati-hati di lingkungan kita dari polusi udara, untuk dapat mampu hidup di kondisi yang baik.

Wassalamulaikum Wr. Wb


Tugas Ke-2
Nama : Adityo Aryo. P
Npm : 12108172
Kelas : 3KA16
Mata Kuliah : Bahasa Indonesia 1
read more...

Saturday, September 25, 2010

Ragam Bahasa, Bahasa Indonesia Dalam Komunikasi Ilmiah

Bahasa Indonesia Ragam Ilmiah

Dalam kehidupan sosial dan sehari-hari masyarakat Indonesia, baik secara lisan maupun tulisan, digunakan berbagai bahasa daerah termasuk dialeknya, bahasa Indonesia, dan/atau bahasa asing. Bahkan, dalam situasi tertentu, seperti dalam keluarga perkawinan campuran digunakan pula bahasa yang bersifat campuran, yaitu campuran antara bahasa Indonesia dan salah satu atau kedua bahasa ibu pasangan perkawinan campuran itu. Dalam situasi kebahasaan seperti itu, timbul berbagai ragam atau variasi bahasa sesuai dengan keperluannya, baik secara lisan maupun tulisan. Timbulnya ragam bahasa tersebut disebabkan oleh latar belakang sosial, budaya, pendidikan, dan bahasa para pemakainya itu.

Yang dimaksud dengan ragam atau variasi bahasa adalah bentuk atau wujud bahasa yang ditandai oleh ciri-ciri linguistik tertentu, seperti fonologi, morfologi, dan sintaksis. Di samping ditandai oleh cirri-ciri linguistik, timbulnya ragam bahasa juga ditandai oleh cirri-ciri nonlinguistic, misalnya, lokasi atau tempat penggunaannya, lingkungan sosial pemakaiannya, dan lingkungan keprofesian pemakai bahasa yang bersangkutan.

Pengertian ragam bahasa tulis
Ragam bahasa tulis adalah variasi bahasa yang digunakan melalui media tulisan, yang tidak terikat oleh ruang dan waktu, sehingga diperlukan kelengkapan struktur sampai pada sasaran secara visual (KBBI, 1989: 715). Ragam bahasa tulis ini dibangun oleh sistem tanda atau lambang ujaran. Dengan demikian, bahasa tulis tidak lebih daripada bentuk sekunder atau representasi grafis bahasa (Langacker, 1973: 59; Wilkins, 1976: 62).

Bahasa tulis tidak identik pada keseluruhannya dengan bahasa lisan terutama pada aspek bunyi. Bahasa lisan sangat kompleks, yang tidak mungkin terlambangkan sepenuhnya secara akurat. Beberapa ahli bahasa menyebut hal ini sebagai sisi lemah bahasa ragam ragam tulisan. Di sisi lain, bahasa ragam tulis memiliki kelebihan. Bahasa tulis relatif lebih cermat, tata bahasanya lebih terkontrol (Nafiah, 1981: 4) daripada bahasa lisan. Kemudahan pengontrolan itu karena dalam proses ekspresi dan produksinya bahasa tulis mengalami penyuntingan dan tidak digunakan secara spontan. Oleh karena itu, bahasa tulis relatif lebih stabil dan dapat menggambarkan kemampuan optimal pemakaian bahasa seseorang.

Jenis ragam bahasa
Dittmar (1978) dan Halim (1979) mengemukakan empat buah ragam bahasa yang menyangkut ragam tulisan dan lisan. Salah satu di antara keempat ragama bahasa itu adalah ragam fungsional. Yang dimaksud dengan ragam fungsional atau ragam professional adalah ragam bahasa yang dihubungkan dengan profesi, lembaga, lingkungan kerja, atau kegiatan tertentu lainnya. Dalam penggunaannya, bahasa ragam fungsional dihubungkan dengan tingkat keresmian, sehingga dalam kenyataannya antara lain menjelma sebagai bahasa teknis keprofesian, seperti bahasa yang digunakan dalam bidang keilmuan (ilmu sosial, ilmu alam, ilmu pendidikan, ilmu budaya, ilmu ekonomi, ilmu hukum, ilmu olah raga, ilmu teknik, dan lain-lain).

Seperti halnya dengan ragam-ragam bahasa yang lain, ragam bahasa fungsional dapat dikelompokkan menjadi ragam bahasa lisan dan ragam bahasa tulisan. Pada dasarnya kedua ragam itu terdiri atas ragam baku dan ragam tidak baku. Ragam baku menurut Halim (1981: 4) adalah ragam yang dilembagakan dan diakui oleh sebagian besar masyarakat pemakainya sebagai bahasa resmi dan sebagai kerangka rujukan norma bahasa dan penggunaannya.

Menurut Badudu (1992: 42), bahasa ragam baku atau standar ialah salah satu di antara beberapa dialek suatu bahasa yang dipilih dan ditetapkan sebagai bahasa resmi yang digunakan dalam semua keperluan resmi. Sehubungan dengan penggunaan bahasa Indonesia, ragam baku merupakan hasil pembakuan resmi yang norma dan kaidahnya dinyatakan secara tertulis dalam bentuk pedoman, misalnya: (1) Pedoman Pembentukan Istilah, (2) Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan, (3) Kamus Besar Bahasa Indonesia, (4) Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia, dan (5) Glosarium (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, dan lain-lain).

Kaitannya dengan ragam bahasa lisan dan tulisan bahasa Indonesia, tidak jarang diduga orang bahwa keduanya memiliki kaidah yang sepenuhnya sama, padahal dalam kenyataannya tidaklah demikian. Ragam bahasa lisan terikat oleh ruang dan waktu, sehingga dalam penggunaannya dengan pertimbangan cirri-ciri nonlinguistiknya, kelengkapan ciri-ciri linguistiknya tidak dituntut sepenuhnya. Lain halnya dengan ragam bahasa tulis, -- ragam bahasa tulis baku tidak terikat oleh ruang dan waktu, sehingga dalam penggunaannya kelengkapan ciri-ciri linguistiknya dituntut sepenuhnya.

Ciri-ciri linguistik yang dituntut itu dalam bidang fonologi ragam lisan, misalnya, adanya variasi penggunaan fonem seperti pada kata-kata berikut:
fihak = pihak
ujud = wujud
faham = paham
fikir = pikir

Dalam ragam bahasa tulis, tampak dalam ejaannya, yaitu penggunaan huruf yang tetap tetapi mencerminkan variasi fonem, sehingga ejaan yang baku adalah pihak, wujud, paham, dan piker.

Penggunaan ragam bahasa ilmiah
Penggunaan bahasa dalam bidang ilmu pengetahuan mempunyai sifat pemakaian yang khas, yang spesifik, sehingga dapat dikatakan bahwa bahasa dalam bidang ilmu pengetahuan mempunyai ragam bahasa tersendiri yang berbeda dengan ragam-ragam bahasa yang lain. Sifat-sifat tersebut ada yang umum sebagai bahasa ilmiah, dan ada yang khusus berhubungan dengan pemakaian kosakata, istilah, serta bentuk-bentuk gramatika.

Sifat bahasa ragam ilmiah yang bersifat umum berhubungan dengan fungsi bahasa sebagai alat untuk menyampaikan informasi ilmiah pada peristiwa komunikasi yang terjadi antara penulis dan pembaca. Informasi yang disampaikan tentu dengan bahasa yang jelas, benar, efektif, sesuai, bebas dari sifat samar-samar, dan tidak bersifat taksa (ambigu). Hal ini penting sekali diperhatikan oleh penulis agar informasi ilmiah yang disampaikan dapat dipahami secara jelas, objektif, dan logis, sehingga dapat tercapai kesamaan pemahaman, persepsi, dan pandangan terhadap konsep-konsep keilmuan yang dimaksud oleh penulis dan pembaca.

Informasi dan konsep-konsep ilmiah yang disampaikan dalam bentuk karya tulis ilmiah, misalnya, laporan penelitian (studi), makalah, skripsi, tesis, dan disertasi adalah bersifat formal. Oleh karena itu, ragam bahasa yang digunakan dalam karya tulis ilmiah adalah ragam bahasa baku (standar).

Bahasa dalam percakapan sehari-hari (colloquial) serta percakapan lisan tidak tepat apabila digunakan untuk menyampaikan informasi dan konsep-konsep yang berkadar ilmiah. Demikian pula bahasa ragam sastra (puisi, prosa, dan drama) disusun sedemikian rupa, sehingga dapat menimbulkan berbagai efek emosional, imajinatif, estetik, dan artistic, yang dapat membangkitkan rasa haru baik bagi penulis maupun pembaca. Bahasa yang bersifat ilmiah tidak mempertimbangkan efek-efek perasaan yang timbul, seperti yang dipertimbangkan dalam bahasa ragam sastra (Oka, 1971: 14).

Sifat bahasa ragam ilmiah yang khusus/spesifik tampak pada pemilihan dan pemakaian kata serta bentuk-bentuk gramatika terutama dalam tataran sintaksis. Kata-kata yang digunakan dalam bahasa ilmiah bersifat denotative. Artinya, setiap kata hanya mempunyai satu makna yang paling sesuai dengan konsep keilmuan tersebut atau fakta yang disampaikan. Demikian pula kalimat-kalimat yang digunakan dalam bahasa ragam ilmiah bersifat logis. Hubungan antara bagian-bagian kalimat dalam kalimat tunggal atau hubungan antara klausa-klausa dalam kalimat majemuk (kompleks) mengikuti pola-pola bentuk hubungan logis.

Bahasa Indonesia dalam Komunikasi Ilmiah
Para ilmuwan, khususnya yang berasosiasi dengan lingkungan kampus (perguruan tinggi) merupakan masyarakat wacana ilmiah. Salah satu yang membedakan mereka dari masyarakat lain ialah penguasaan bahasa ragam ilmiah. Dapat dinyatakan bahwa bahasa komunikasi ilmiah adalah dialek sosial mereka. Tanpa penguasaan bahasa komunikasi ilmiah, sang ilmuwan tampak jinak dan kurang vokal (Alwasilah, 1993: 41).

Hakikat bahasa komunikasi ilmiah sekurang-kurangnya didukung oleh tiga variabel: (1) kemampuan berpikir kritis (critical thinking), (2) penguasaan bahasa, dan (3) pengetahuan umum yang luas. Penguasaan pengetahuan umum tampaknya lebih mudah dikejar. Tinggal ia membaca buku, jurnal, majalah, surat kabar, dan akses melalui internet.

Sebaliknya, kemampuan berpikir kritis, berdebat, beradu argumentasi dalam bahasa komunikasi ilmiah tampaknya agak sulit ditanamkan kepada kalangan masyarakat akademik. Masalahnya, paling tidak ada tiga hambatan cultural yang masih menghantui kalangan masyarakat akademik kita. Ketiga hambatan itu harus didobrak dan segera dilakukan transformasi, yaitu: (1) warisan cultural-edukasional, (2) kompetensi dan performansi linguistik, dan (3) masalah psikologis. Untuk memerangi ketiga hambatan tersebut perlu dilakukan upaya pembenahan pendidikan yang serius dan membutuhkan waktu yang panjang dan lama. Pembenahan pendidikan bukan saja secara formal pada jenjang pendidikan dasar sampai universitas (perguruan tinggi), tetapi harus dimulai sejak dini, yakni pendidikan dalam keluarga (informal), dan pendidikan dalam masyarakat (nonformal).

Bahasa Indonesia, sebagai bidang ilmu yang diajarkan sejak pendidikan dasar sampai perguruan tinggi, berfungsi sebagai sarana komunikasi ilmiah, sarana penalaran, dan berpikir kritis para peserta didik. Oleh karena itu, dalam pertumbuhan dan perkembangannya, bahasa Indonesia saling bersinergi dengan perkembangan budaya, ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni, yang secara otomatis akan memperoleh dampak pertumbuhan dan perkembangan pengetahuan dan teknologi-informasi maju.

Hal itu merupakan kondisi yang memungkinkan bahasa Indonesia memperkaya konsep-konsep keilmuan baru yang belum terdapat dalam khasanah bahasa Indonesia. Dengan demikian, semua produk budaya dan teknologi akan tumbuh dan berkembang pula sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni (ipteks), termasuk bahasa dan sastra Indonesia. Dalam hal ini bahasa Indonesia sekaligus berperan sebagai sarana berpikir kritis dan sarana pendukung pertumbuhan dan perkembangan ipteks (Sunaryo, 1993). Tanpa adanya bahasa, termasuk bahasa Indonesia dengan fungsi-fungsi tersebut, ipteks tidak akan tumbuh dan berkembang.

Di samping berfungsi sebagai alat komunikasi ilmiah, bahasa Indonesia juga bersifat terbuka (transparan). Adanya sifat keterbukaan bahasa Indonesia memungkinkan dirinya menjadi bahasa yang modern, bahasa yang fleksibel, sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan ipteks. Dampak keterbukaan itu tampak pada pertumbuhan dan perkembangan jumlah kosakata, istilah, dan konsep-konsep keilmuan baru dalam khasanah bahasa Indonesia.
read more...

Peranan dan Fungsi Bahasa Indonesia

A. Pengertian bahasa

Secara umum bahasa didefinisikan sebagai lambang. Bahasa adalah alat komunikasi yang berupa system lambang bunyi yang dihasilkan alat ucap manusia.

Sebagaimana kita ketahui, bahasa terdiri atas kata-kata atau kumpulan kata. Masing-masing mempunyaimakna, yaitu, hubungan abstrak antara kata sebagai lambang dengan objek atau konsep yang diwakiliKumpulan kata atau kosakata itu oleh ahli bahasa disusun secara alfabetis, atau menurut urutan abjad,disertai penjelasan artinya dan kemudian dibukukan menjadi sebuah kamus atau leksikon.

Pada waktu kita berbicara atau menulis, kata-kata yang kita ucapkan atau kita tulis tidak tersusun begitusaja, melainkan mengikuti aturan yang ada. Untuk mengungkapkan gagasan, pikiran atau perasaan, kitaharus memilih kata-kata yang tepat dan menyusun kata-kata itu sesuai dengan aturan bahasa. Seperangkataturan yang mendasari pemakaian bahasa, atau yang kita gunakan sebagai pedoman berbahasa inilah yangdisebut tata bahasa.

Pada bab berikutnya, sehubungan dengan tata bahasa akan kita bicarakan secara terperincif onol ogi, morfologi, sintaksis, semantikdan etimologi. Fonologi ialah bagian tata bahasa yang membahas atau mempelajari bunyi bahasa. Morfologi mempelajari proses pembentukan kata secara gramatikal besertaunsur-unsur dan bentuk-bentuk kata. Sintaksis membicarakan komponen-komponen kalimat dan prosespembentukannya. Bidang ilmu bahasa yang secara khusus menganalisis arti atau makna kata ialah semantik, sedang yang membahas asal-usul bentuk kata adalah etimologi,

B. Fungsi bahasa

Fungsi utama bahasa, seperti disebutkan di atas, adalah sebagai alat komunikasi, atau sarana untuk menyampaikan informasi (fungsi informatif).

Tetapi, bahasa pada dasarnya lebih dari sekadar alat untuk menyampaikan informasi, atau mengutarakan pikiran, perasaan, atau gagasan, karena bahasa juga berfungsi:

a.untuk tujuan praktis: mengadakan hubungan dalam pergaulan sehari-hari.
b.untuk tujuan artistik: manusia mengolah dan menggunakan bahasa dengan seindah-indahnya guna pemuasan rasa estetis manusia.
c.sebagai kunci mempelajari pengetahuan-pengetahuan lain, di luar pengetahuan kebahasaan.
d.untuk mempelajari naskah-naskah tua guna menyelidiki latar belakang sejarah manusia, selama
kebudayaan dan adat-istiadat, serta perkembangan bahasa itu sendiri (tujuan filologis).

Dikatakan oleh para ahli budaya, bahwa bahasalah yang memungkinkan kita membentuk diri sebagaimakhluk bernalar, berbudaya, dan berperadaban. Dengan bahasa, kita membina hubungan dan kerja sama,mengadakan transaksi, dan melaksanakan kegiatan sosial dengan bidang dan peran kita masing-masing.Dengan bahasa kita mewarisi kekayaan masa lampau, menghadapi hari ini, dan merencanakan masa depan.

Jika dikatakan bahwa setiap orang membutuhkan informasi itu benar. Kita ambil contoh, misalnya,mahasiswa. Ia membutuhkan informasi yang berkaitan dengan bidang studinya agar lulus dalam setiapujian dan sukses meraih gelar atau tujuan yang diinginkan. Seorang dokter juga sama. Ia memerlukaninformasi tentang kondisi fisik dan psikis pasiennya agar dapat menyembuhkannya dengan segera.Contoh lain, seorang manager yang mengoperasikan, mengontrol, atau mengawasi perusahaan tanpainformasi tidak mungkin dapat mengambil keputusan atau menentukan kebijakan. Karena setiap orang membutuhkan informasi, komunikasi sebagai proses tukar-menukar informasi, dengan sendirinya bahasa juga mutlak menjadi kebutuhan setiap orang.

C. Kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia

Sebagaimana kita ketahui dari uraian di atas, bahwa sesuai dengan ikrar Sumpah Pemuda tanggal 28Oktober 1928, bahasa Indonesia diangkat sebagai bahasa nasional, dan sesuai dengan bunyi UUD 45, BabXV, Pasal 36 Indonesia juga dinyatakan sebagai bahasa negara. Hal ini berarti bahwa bahasa Indonesiamempunyai kedudukan baik sebagai bahasa nasional dan bahasa negara.

Yang dimaksud dengan kedudukan bahasa ialah status relatif bahasa sebagai sistem lambang nilai budaya,yang dirumuskan atas dasar nilai sosialnya Sedang fungsi bahasa adalah nilai pemakaian bahasa tersebutdi dalam kedudukan yang diberikan.

1. Bahasa Nasional
Sehubungan dengan kedudukannya sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia memiliki empat fungsi.
Keempat fungsi tersebut ialah sebagai:
1.lambang identitas nasional,
2.lambang kebanggaan nasional,
3.alat pemersatu berbagai masyarakat yang mempunyai latar belakang sosial budaya dan bahasa
yang berbeda-beda, dan
4.alat perhubungan antarbudaya dan daerah.

2. Bahasa Negara
Berkaitan dengan statusnya sebagai bahasa negara, bahasa Indonesia berfungsi sebagai:
1.bahasa resmi negara,
2.bahasa pengantar resmi di lembaga-lembaga pendidikan,
3.bahasa resmi dalam perhubungan tingkat nasional untuk kepentingan perencanaan dan
pelaksanaan pembangunan serta pemerintahan, dan
4.bahasa resmi di dalam pengembangan kebudayaan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan serta
teknologi.

D. Bahasa Indonesia baku

Bahasa Indonesia yang baku ialah bahasa Indonesia yang digunakan orang-orang terdidik dan yangdipakai sebagai tolak bandingan penggunaan bahasa yang dianggap benar. Ragam bahasa Indonesia yangbaku ini biasanya ditandai oleh adanya sifat kemantapan dinamis dan ciri kecendekiaan. Yang dimaksuddengan kemantapan dinamis ini ialah bahwa bahasa tersebut selalu mengikuti kaidah atau aturan yangtetap dan mantap namun terbuka untuk menerima perubahan yang bersistem. Ciri kecendekiaan bahasa baku dapat dilihat dari kemampuannya dalam mengungkapkan proses pemikiran yang rumit di berbagai bidang kehidupan dan ilmu pengetahuan. Bahasa Indonesia baku dipakai dalam:

1.komunikasi resmi, seperti dalam surat-menyurat resmi, peraturan pengumuman instansi resmi
atau undang-undang;
2.tulisan ilmiah, seperti laporan penelitian, makalah, skripsi, disertasi dan buku-buku ilmu
pengetahuan;
3.pembicaraan di muka umum, seperti dalam khotbah, ceramah, kuliah pidato; dan
4.pembicaraan dengan orang yang dihormati atau yang belum dikenal.


E. Peranan dan Fungsi Bahasa Indonesia dalam Konteks Ilmiah

Bahasa Indonesia mempunyai kedudukan yang sangat penting, antara lain, bersumber pada ikrar ketiga Sumpah Pemuda 1928 yang berbunyi: Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Ini berarti bahwa bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional, kedudukannya berada di atas bahasa-bahasa daerah. Selain itu, di dalam Undang-Undang Dasar 1945 tercantum pasal khusus (Bab XV, Pasal 36) mengenai kedudukan bahasa Indonesia yang menyatakan bahwa bahasa negara ialah bahasa Indonesia. Dengan demikian ada dua macam kedudukan bahasa Indonesia. Pertama, bahasa Indonesia berkedudukan sebagai bahasa nasional, sesuai dengan Sumpah Pemuda 1928, dan kedua bahasa Indonesia berkedudukan sebagai bahasa negara, sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945.

Dalam tulisan ilmiah, bahasa sering diartikan sebagai tulisan yang mengungkapkan buah pikiran sebagai hasil dari pengamatan, tinjauan, penelitian yang seksama dalam bidang ilmu pengetahuan tertentu, menurut metode tertentu, dengan sistematika penulisan tertentu, serta isi, fakta, dan kebenarannya dapat dibuktikan dan dapat dipertanggungjawabkan. Bentuk-bentuk karangan ilmiah identik dengan jenis karangan ilmiah, yaitu makalah, laporan praktik kerja, kertas kerja, skripsi, tesis, dan disertasi.

Dalam penulisan ilmiah, bahasa merupakan hal yang terpenting. Untuk itu kita harus sebaik mungkin menggunakannya. Antara lain :

• Dalam hal penggunaan ejaan. Ejaan ialah penggambaran bunyi bahasa dalam kaidah tulismenulis yang distandarisasikan; yang meliputi pemakaian huruf, penulisan huruf, penulisan kata, penulisan unsur serapan, dan pemakaian tanda baca.
• Dalam hal penulisan kata. Baik kata dasar, kata turunan, bentuk ulang, kata ganti, kata depan, kata sandang, maupun gabungan kata.
• Dalam penggunaan partikel lah, kah, tah, pun. Partikel lah, kah, tah ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya. Contoh: Pergilah sekarang! Sedangkan partikel pun ditulis terpisah dari kata yang mendahuluinya. Contoh: Jika engkau pergi, aku pun akan pergi. Kata-kata yang sudah dianggap padu ditulis serangkai, seperti andaipun, ataupun, bagaimanapun, kalaupun, walaupun, meskipun, sekalipun.
• Dalam hal pemakaian Ragam Bahasa. Berdasarkan pemakaiannya, bahasa memiliki bermacam-macam ragam sesuai dengan fungsi, kedudukan, serta lingkungannya. Ragam bahasa pada pokoknya terdiri atas ragam lisan dan ragam tulis. Ragam lisan terdiri atas ragam lisan baku dan ragam lisan takbaku; ragam tulis terdiri atas ragam tulis baku dan ragam tulis takbaku.
• Dalam penulisan Singkatan dan Akronim.Singkatan nama orang, nama gelar, sapaan jabatan atau pangkat diikuti tanda titik. Contoh: Muh. Yamin, S.H. (Sarjana Hukum ). Singkatan yang terdiri atas tiga huruf atau lebih diikuti satu tanda titik. Contoh: dll. hlm. sda. Yth. Singkatan nama resmi lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, badan atau organisasi, serta dokumen resmi yang terdiri atas huruf awal setiap kata ditulis dengan huruf kapital dan tidak diikuti tanda titik. Contoh: DPR GBHN KTP PT. Akronim nama diri yang berupa gabungan huruf awal dari deret kata ditulis seluruhnya dengan huruf kapital. Contoh: ABRI LAN IKIP SIM. Akronim nama diri yang berupa gabungan suku kata atau gabungan huruf dan suku kata dari deret kata ditulis dengan huruf awal huruf kapital. Contoh: Akabri Bappenas Iwapi Kowani.
• Dalam penulisan Angka dan Lambang Bilangan. Penulisan kata bilangan tingkat dapat dilakukan dengan cara berikut. Contoh: Abad XX dikenal sebagai abad teknologi. Lambang bilangan yang dapat dinyatakan dengan satu atau dua
kata ditulis dengan huruf, kecuali jika beberapa lambang dipakai berturut-turut. Contoh: Ada sekitar lima puluh calon mahasiswa yang tidak diterima diperguruan tinggi itu.
• Dalam pemakaian tanda baca. Pemakaian tanda titik (.), tanda koma (,), tanda titik dua (:), tanda titik koma (,), tanda hubung, (-) tanda pisah (_), tanda petik ("), tanda garis miring, (/) dan tanda penyingkat atau aprostop (').
• Dalam pemakaian imbuhan, awalan, dan akhiran.

Dalam penulisan ilmiah, selain harus memperhatikan faktor kebahasaan, kita pun harus mempertimbangkan berbagai faktor di luar kebahasaan. Faktor tersebut sangat berpengaruh pada penggunaan kata karena kata merupakan tempat menampung ide. Dalam kaitan ini, kita harus memperhatikan ketepatan kata yang mengandung gagasan atau ide yang kita sampaikan, kemudian kesesuaian kata dengan situasi bicara dan kondisi pendengar atau pembaca.
read more...

Sunday, September 19, 2010

Membangun Kepercayaan Diri

Bagi sebagian kita yang punya masalah seputar rendahnya kepercayaan- diri atau merasa telah kehilangan kepercayaan diri, mungkin Anda bisa menjadikan langkah-langkah berikut ini sebagai proses latihan:

1. Menciptakan definisi diri positif.

Steve Chandler mengatakan, “Cara terbaik untuk mengubah sistem keyakinanmu adalah mengubah definisi dirimu.” Bagaimana menciptakan definisi diri positif. Di antara cara yang bisa kita lakukan adalah:
  • Membuat kesimpulan yang positif tentang diri sendiri / membuat opini yang positif tentang diri sendiri. Positif di sini artinya yang bisa mendorong atau yang bisa membangun, bukan yang merusak atau yang menghancurkan.
  • Belajar melihat bagian-bagian positif / kelebihan / kekuatan yang kita miliki
  • Membuka dialog dengan diri sendiri tentang hal-hal positif yang bisa kita lakukan, dari mulai yang paling kecil dan dari mulai yang bisa kita lakukan hari ini. Selain itu, yang perlu dilakukan adalah menghentikan opini diri negatif yang muncul, seperti misalnya saya tidak punya kelebihan apa-apa, hidup saya tidak berharga, saya hanya beban masyarakat, dan seterusnya. Setelah kita menghentikan, tugas kita adalah menggantinya dengan yang positif, konstruktif dan motivatif. Ini hanya syarat awal dan tidak cukup untuk membangun kepercayaan diri.
2. Memperjuangkan keinginan yang positif
Selanjutnya adalah merumuskan program / agenda perbaikan diri. Ini bisa berbentuk misalnya memiliki target baru yang hendak kita wujudkan atau merumuskan langkah-langkah positif yang hendak kita lakukan. Entah itu besar atau kecil, intinya harus ada perubahan atau peningkatan ke arah yang lebih positif. Semakin banyak hal-hal positif (target, tujuan atau keinginan) yang sanggup kita wujudkan, semakin kuatlah pede kita. Kita perlu ingat bahwa pada akhirnya kita hanya akan menjadi lebih baik dengan cara melakukan sesuatu yang baik buat kita. Titik. Tidak ada yang bisa mengganti prinsip ini.
3. Mengatasi masalah secara positif
Pede juga bisa diperkuat dengan cara memberikan bukti kepada diri sendiri bahwa kita ternyata berhasil mengatasi masalah yang menimpa kita. Semakin banyak masalah yang sanggup kita selesaikan, semakin kuatlah pede. Lama kelamaan kita menjadi orang yang tidak mudah minder ketika menghadapi masalah. Karena itu ada yang mengingatkan, begitu kita sudah terbiasa menggunakan jurus pasrah atau kalah, ini nanti akan menjadi kebiasaan yang membuat kita seringkali bermasalah.
4. Memiliki dasar keputusan yang positif
Kalau dibaca dari praktek hidup secara keseluruhan, memang tidak ada orang yang selalu yakin atas kemampuannya dalam menghadapi masalah atau dalam mewujudkan keinginan. Orang yang sekelas Mahatma Gandhi saja sempat goyah ketika tiba-tiba realitas berubah secara tak terduga-duga. Tapi, Gandhi punya cara yang bisa kita tiru: “Ketika saya putus asa maka saya selalu ingat bahwa sepanjang sejarah, jalan yang ditempuh dengan kebenaran dan cinta selalu menang. Ada beberapa tirani dan pembunuhan yang sepintas sepertinya menang tetapi akhirnya kalah. Pikirkan ucapan saya ini, SELALU”. Artinya, kepercayaan Gandhi tumbuh lagi setelah mengingat bahwa langkahnya sudah dilandasi oleh prinsip-prinsip yang benar.
5. Memiliki model / teladan yang positif
Yang penting lagi adalah menemukan orang lain yang bisa kita contoh dari sisi kepercayaan dirinya. Ini memang menuntut kita untuk sering-sering membuka mata melihat orang lain yang lebih bagus dari kita lalu menjadikannya sebagai pelajaran. Saking pentingnya peranan orang lain ini, ada yang mengatakan bahwa kita bisa memperbaiki diri dari dua hal:
  • pengalaman pribadi (life experiencing)
  • duplicating (mencontoh dan mempelajari orang lain).


via kliniku.wordpress.com
read more...

Wednesday, September 15, 2010

Kamus Bahasa Gaul Singkatan Inggris

Berikut daftar singkatan (kamus) kata-kata “gaul” atau slank bahasa Inggris yang sering dipakai tidak saja dalam perbincangan di komentar blog, sms, milis, chat room tapi juga sering kita jumpai di email baik dari rekan yang memang biasa berbahasa Inggris maupun yang sehari-hari berbahasa Indonesia. Kata BTW, ASAP, CMIIW, AFAIK dan LOL mungkin sering Anda dengar dan pakai, tapi pernahkah Anda dengar kata WOMBAT?

Singkatnya, silahkan “dihafal” daftar kata “gaul” berikut atau simpan di notepad untuk referensi kalau sesekali diperlukan. Oh ya, singkatan-singkatan ini biasanya tidak dipakai dalam bahasa formal seperti posting di blog.

AFAIK = As Far As I Know = sepanjang yang saya tahu
ASAP= As Soon As Possible = sesegera mungkin
BTW = By The Way = oh ya?

CMIIW = Correct Me If I’m Wrong = benarkan bila saya salah
CP = Cross-Posting = posting double

LTNC = Long Time No See = lama tidak jumpa

FYI = For Your Information = sekadar info
HTH = Hope That Helped/Hope This Helps = semoga membantu
IAC = In Any Case = dalam situasi apapun
III= It Is Imposible = mustahil
IIRC = If I Recall Correctly = bila ingatan saya benar

IMO = In My Opinion
IMHO = In My Humble Opinion (rarely: In My Honest Opinion) = menurut pendapat saya
IMNSHO = In My Not-So-Humble Opinion
IOW = In Other Words = dengan kata lain
ISO = In Search Of = sedang mencari

LOL = Laughs Out Loud = tertawa terbahak-bahak
LMAO = Laughing My Ass Off = tertawa ngakak

OIC = Oh, I See = gitu ya..
OMG = Oh, My God =
OTOH = On The Other Hand = Sebaliknya atau di sisi lain

OT = Off Topic = di luar topik
OOT = Out Of Topic = di luar topik

POV = Point Of View = pandangan / opini
PS = Post Scriptum; PostScript = di luar tulisan di atas (biasanya setelah tulisan email / artikel selesai).

ROTFL = Rolling On The Floor Laughing = tertawa ngakak
ROTFLMAO = Rolling On The Floor Laughing My Ass Off = tertawa ngakak

SOL = Sorry, One Liner – kalau pesan anda pendek, cantumkan ini.

SSIA = Subject Says It All = subjek sudah menjelaskan isi
TBE = To Be Expected = diharapkan
TBH = To Be Honest = sejujurnya
TWIMC = To Whom It May Concern = pada siapa saja yang berkepentingan
TBYB = Try Before You Buy = coba sebelum membeli

TMA = Take My Advice = ambil nasihat saya
TIMTOWTDI = There Is More Than One Way To Do It = banyak jalan
TINALO = This Is Not A Legal Opinion = bukan pandangan hukum
TINAR = This Is Not A Recommendation = bukan rekomendasi

TIA = Thanks In Advance = terima kasih sebelumnya
TFTT = Thanks For The Thought = terima kasih pendapatnya
TYVM = Thank You Very Much

VOOT = Very Out Of Topic = gak nyambung banget

WOMBAT = Waste Of Money, Brains, And Time = buang uang, pikiran dan waktu
WBS = Write Back Soon = saya balas segera suratnya
WRT = With Regard To; With Respect To = berkaitan dengan
WYGIWYPF = What You Get Is What You Pay For = apa yang kamu dapat itu sesuai yang kamu bayar
WYSIWYG = What You See Is What You Get = yang kamu lihat yang akan kamu dapat

WTB = Want To Buy
WTS = Want To Sell
WTI = Want To Inform
WTA = Want To Ask

Kalau Anda belum pernah nyoba istilah di atas, silahkan dites di kolom komentar di bawah. Biar agak “gaul” dikit


via afatih.wordpress.com
read more...

Friday, April 9, 2010

5 Alasan Pria Selingkuh

Hubungan yang sehat tentu harus didasari dengan tiga unsur yaitu cinta, komitmen, dan kesetiaan. Tanpa adanya ketiga unsur tersebut, jangan heran bila perselingkuhan bisa terjadi.

Peribahasa yang menyebutkan, rumput tetangga lebih hijau dari rumput sendiri memang benar adanya. Apalagi, untuk kisah asmara. Meski begitu, bukan berarti semua orang bisa disamaratakan. Hanya saja, Anda tetap harus mewaspadai agar pasangan tidak selingkuh.

Mengusir rasa bosan
Bagi pasangan yang telah lama membina kisah asmara, maka rasa bosan seringkali muncul. Tak lagi seperti di awal hubungan percintaan, ikatan asmara bisa dingin jika tak diirngin dengan sengatan-sengatan cinta.

Melihat kondisi ini, tak heran bila salah satu pasangan rela menggadaikan kesetiannya dengan perselingkuhan demi mengusir rasa bosan yang hinggap.

Aksi balas dendam
Ada banyak cara untuk menumpahkan kekecewaan pada kekasih. Salah satu alasannya, karena ingin balas dendam.

Kondisi tersebut bukan tak beralasan. Lantaran lebih dulu diselingkuhi oleh pasangannya, maka dia bisa melakukan hal tersebut. Untuk itu, jika Anda ingin memulai menata kembali dengan mantan kekasih, ada baiknya hindari hubungan jika dilandaskan pada balas dendam.

Tak ada komitmen
Komitmen merupakan salah satu unsur yang paling penting dalam kisah kasih. Hubungan tanpa komitmen layaknya hubungan tanpa status, hingga kemungkinan pasangan berselingkuh sangat besar. Dan ketika rasa bosan menghampiri, salah satu pasangan harus gigit jari melihat kekasih hati meninggalkannya.

Kesempatan terbuka lebar
Dalam kamus perselingkuhan, kesempatan juga memiliki peluang dalam mendorong terjadinya perselingkuhan. Bila kesempatan makin terbuka lebar, maka aroma perselingkuhan pun akan semakin tercium kuat. Kesempatan akan semakin terbuka lebar saat pasangan dekat dengan lawan jenis.

Salah satu cara untuk menangkal perselingkuhan meski kesempatan terbuka lebar adalah dengan selalu mengingat kenangan masih bersama pasangan.

Sensasi petualangan baru
Setiap hubungan memiliki pengalaman tersendiri, tak ada lagi sensasi dan pengalaman seru rupanya banyak membuat pria melupakan sejenak hubungan yang telah terbina dan sibuk mencari petualangan baru dengan wanita lain.

Namun satu hal yang patut disadari, seiring dengan memudarnya sensasi dari petualangan baru ini, tak dimungkiri hubungan pun bisa berakhir.
read more...

Sunday, February 21, 2010

Konflik Organisasi

1. PENGERTIAN
Konflik berasal dari kata kerja Latin configere yang berarti saling memukul. Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok) dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya.
Robbins (1996) dalam “Organization Behavior” menjelaskan bahwa konflik adalah suatu proses interaksi yang terjadi akibat adanya ketidaksesuaian antara dua pendapat (sudut pandang) yang berpengaruh atas pihak-pihak yang terlibat baik pengaruh positif maupun pengaruh negatif.

Sedang menurut Luthans (1981) konflik adalah kondisi yang ditimbulkan oleh adanya kekuatan yang saling bertentengan. Kekuatan-kekuatan ini bersumber pada keinginan manusia. Istilah konflik sendiri diterjemahkan dalam beberapa istilah yaitu perbedaan pendapat, persaingan dan permusuhan.

Perbedaan pendapat tidak selalu berarti perbedaan keinginan. Oleh karena konflik bersumber pada keinginan, maka perbedaan pendapat tidak selalu berarti konflik. Persaingan sangat erat hubungannya denga konflik karena dalam persaingan beberapa pihak menginginkan hal yang sama tetapi hanya satu yang mungkin mendapatkannya. Persaingan tidak sama dengan konflik namun mudah menjurus ke aarah konflik, terutama bila ada persaingan yang menggunakan cara-cara yang bertentengan dengan aturan yang disepakati. Permusuhan bukanlah konflik karena orang yang terlibat konflik bisa saja tidak memiliki rasa permusuhan. Sebaliknya orang yang saling bermusuhan bisa saja tidak berada dalam keadaan konflik.

Menurut kita Konflik adalah suatu bentuk hubungan interaksi seseorang dengan orang lain atau suatu kelompok dengan kelompok lain, dimana masing-masing pihak secara sadar, berkemauan, berpeluang dan berkemampuan saling melakukan tindakan untuk mempertentangkan suatu isu yang diangkat dan dipermasalahkan antara yang satu dengan yang lain berdasarkan alasan tertentu.

2. JENIS-JENIS KONFLIK
Menurut James A.F. Stoner dan Charles Wankel dikenal ada lima jenis konflik yaitu
konflik intrapersonal, konflik interpersonal, konflik antar individu dan kelompok, konflik antar kelompok dan konflik antar organisasi.

1. Konflik Intrapersonal
Konflik intrapersonal adalah konflikseseorang dengan dirinya sendiri. Konflik terjadi bila pada waktu yang sama seseorang memiliki dua keinginan yang tidak mungkin dipenuhi sekaligus.
Sebagaimana diketahui bahwa dalam diri seseorang itu biasanya terdapat hal-hal
sebagai berikut:
1. Sejumlah kebutuhan-kebutuhan dan peranan-peranan yang bersaing
2. Beraneka macam cara yang berbeda yang mendorong peranan-peranan dan
kebutuhan-kebutuhan itu terlahirkan.
3. Banyaknya bentuk halangan-halangan yang bisa terjadi di antara dorongan dan
tujuan.
4. Terdapatnya baik aspek yang positif maupun negatif yang menghalangi tujuan-
tujuan yang diinginkan.
Hal-hal di atas dalam proses adaptasi seseorang terhadap lingkungannya acapkali
menimbulkan konflik. Kalau konflik dibiarkan maka akan menimbulkan keadaan yang
tidak menyenangkan.

Ada tiga macam bentuk konflik intrapersonal yaitu :
1. Konflik pendekatan-pendekatan, contohnya orang yang dihadapkan pada dua
pilihan yang sama-sama menarik.
2. Konflik pendekatan – penghindaran, contohnya orang yang dihadapkan pada dua
pilihan yang sama menyulitkan.
3. Konflik penghindaran-penghindaran, contohnya orang yang dihadapkan pada
satu hal yang mempunyai nilai positif dan negatif sekaligus.

2. Konflik Interpersonal
Konflik Interpersonal adalah pertentangan antar seseorang dengan orang lain karena pertentengan kepentingan atau keinginan. Hal ini sering terjadi antara dua orang yang berbeda status, jabatan, bidang kerja dan lain-lain.
Konflik interpersonal ini merupakan suatu dinamika yang amat penting dalam perilaku organisasi. Karena konflik semacam ini akan melibatkan beberapa peranan dari beberapa anggota organisasi yang tidak bisa tidak akan mempngaruhi proses pencapaian tujuan organisasi tersebut.

3. Konflik antar individu-individu dan kelompok-kelompok
Hal ini seringkali berhubungan dengan cara individu menghadapi tekanan-tekanan
untuk mencapai konformitas, yang ditekankan kepada mereka oleh kelompok kerja
mereka.
Sebagai contoh dapat dikatakan bahwa seseorang individu dapat dihukum oleh
kelompok kerjanya karena ia tidak dapat mencapai norma-norma produktivitas
kelompok dimana ia berada.

4. Konflik antara kelompok dalam organisasi yang sama
Konflik ini merupakan tipe konflik yang banyak terjadi di dalam organisasiorganisasi.
Konflik antar lini dan staf, pekerja dan pekerja – manajemen merupakan
dua macam bidang konflik antar kelompok.

5. Konflik antara organisasi
Contoh seperti di bidang ekonomi dimana Amerika Serikat dan negara-negara lain
dianggap sebagai bentuk konflik, dan konflik ini biasanya disebut dengan
persaingan.Konflik ini berdasarkan pengalaman ternyata telah menyebabkan
timbulnya pengembangan produk-produk baru, teknologi baru dan servis baru, harga
lebih rendah dan pemanfaatan sumber daya secara lebih efisien.

3. PENYEBAB-PENYEBAB KONFLIK
1. Komunikasi : salah pengertian yang berkenaan dengan kalimat, bahasa yang sulit
dimengerti, atau informasi yang mendua dan tidak lengkap, serta
gaya individu manajer yang tidak konsisten.

2. Struktur : pertarungan kekuasaaan antar departemen dengan kepentingan–
kepentingan atau sistem penilaian yang bertentangan, persaingan untuk memperebutkan sumber daya–sumber daya yang terbatas, atau saling ketergantungan dua atau lebih kelompok– kelompok kegiatan kerja untuk mencapai tujuan mereka.

3. Pribadi : ketidaksesuaian tujuan atau nilai–nilai sosial pribadi karyawan dengan
perilaku yang diperankan pada jabatan mereka, dan perbedaan dalam nilai – nilai persepsi.

4. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONFLIK
Dapat dikelompokkan ke dalam dua kelompok besar yaitu faktor intern dan faktor
ekstern.
Dalam faktor intern dapat disebutkan beberapa hal :
1. Kemantapan organisasi
Organisasi yang telah mantap lebih mampu menyesuaikan diri sehingga tidak mudah terlibat konflik dan mampu menyelesaikannya. Analoginya dalah seseorang yang matang mempunyai pandangan hidup luas, mengenal dan menghargai perbedaan nilai dan lain-lain.
2. Sistem nilai
Sistem nilai suatu organisasi ialah sekumpulan batasan yang meliputi landasan
maksud dan cara berinteraksi suatu organisasi, apakah sesuatu itu baik, buruk, salah
atau benar.
3. Tujuan
Tujuan suatu organisasi dapat menjadi dasar tingkah laku organisasi itu serta para anggotanya.
4. Sistem lain dalam organisasi
Seperti sistem komunikasi, sistem kepemimpinan, sistem pengambilan keputusan, sistem imbalan dan lain-lain. Dlam hal sistem komunikasi misalnya ternyata persepsi dan penyampaian pesan bukanlah soal yang mudah.

Sedangkan faktor ekstern meliputi :
1. Keterbatasan sumber daya
Kelangkaan suatu hal yang dapat menumbuhkan persaingan dan seterusnya
dapat berakhir menjadi konflik.
2. Kekaburan aturan/norma di masyarakat
Hal ini memperbesar peluang perbedaan persepsi dan pola bertindak.
3. Derajat ketergantungan dengan pihak lain
Semakin tergantung satu pihak dengan pihak lain semakin mudah konflik
terjadi.
4. Pola interaksi dengan pihak lain
Pola yang bebas memudahkan pemamparan dengan nilai-nilai ain sedangkan
pola tertutup menimbulkan sikap kabur dan kesulitan penyesuaian diri.

5. BENTUK-BENTUK KONFLIK STRUCTURAL
Dalam organisasi klasik ada empat daerah struktural dimana konflik sering timbul :
1. Konflik Hierarki, yaitu konflik amtara berbagai tingkatan organisasi. Contohnya,
konflik antara komisaris dengan direktur utama, pemimpin dengan karyawan,
pengurus dengan anggota koperasi, pengurus dengan manajemen, dan pengurus
dengan karyawan.
2. Konflik Fungsional, yaitu konflik antar berbagai departemen fungsional organisasi.
Contohnya, konflik yang terjadi antara bagian produksi dengan bagian pemasaran,
bagian administrasi umum dengan bagian personalia.
3. Konflik Lini Staf yaitu konflik yang terjadi antara pimpinan unit dengan stafnya
terutama staf yang berhubungan dengan wewenang/otoritas kerja. Contoh :
karyawan staf secara tidak fornal mengambil wewenang berlebihan.
4. Konflik Formal Informal yaitu konflik antara organisasi formal dan informal.
Contoh : Pemimpin yang menempatkan norma yang salah pada organisasi.

6. STRATEGI PENYELESAIAN KONFLIK
Ada 3 Strategi Dasar :
a.Kalah – kalah
b.Menang – kalah
c.Menang – menang

Strategi lainnya adalah :
Menghindar
Menghindari konflik dapat dilakukan jika isu atau masalah yang memicu konflik tidak terlalu penting atau jika potensi konfrontasinya tidak seimbang dengan akibat yang akan ditimbulkannya. Penghindaran merupakan strategi yang memungkinkan pihak-pihak yang berkonfrontasi untuk menenangkan diri. Manajer perawat yang terlibat didalam konflik dapat menepiskan isu dengan mengatakan “Biarlah kedua pihak mengambil waktu untuk memikirkan hal ini dan menentukan tanggal untuk melakukan diskusi”

Mengakomodasi
Memberi kesempatan pada orang lain untuk mengatur strategi pemecahan masalah, khususnya apabila isu tersebut penting bagi orang lain. Hal ini memungkinkan timbulnya kerjasama dengan memberi kesempatan pada mereka untuk membuat keputusan. Perawat yang menjadi bagian dalam konflik dapat mengakomodasikan pihak lain dengan menempatkan kebutuhan pihak lain di tempat yang pertama.

Kompetisi
Gunakan metode ini jika anda percaya bahwa anda memiliki lebih banyak informasi dan keahlian yang lebih dibanding yang lainnya atau ketika anda tidak ingin mengkompromikan nilai-nilai anda. Metode ini mungkin bisa memicu konflik tetapi bisa jadi merupakan metode yang penting untuk alasan-alasan keamanan.

Kompromi atau Negosiasi
Masing-masing memberikan dan menawarkan sesuatu pada waktu yang bersamaan, saling memberi dan menerima, serta meminimalkan kekurangan semua pihak yang dapat menguntungkan semua pihak.

Memecahkan Masalah atau Kolaborasi
Pemecahan sama-sama menang dimana individu yang terlibat mempunyai tujuan kerja yang sama.
Perlu adanya satu komitmen dari semua pihak yang terlibat untuk saling mendukung dan saling memperhatikan satu sama lainnya.

7. MOTIVASI
Motivasi adalah keadaan dalam pribadi seseorang yang mendorong keinginan individu untuk melakukan kegiatan-kegiatan tertentu guna mencapai suatu tujuan.
Motivasi dapat dikelompokkan menjadi 2 yaitu :
a. Motivasi Fisiologis
b. Motivasi Psikologis

8. TEORI-TEORI MOTIVASI
a. Teori X dan Teori Y Mc Gregor.
Anggapan-anggapanyang mendasari teoriX :
1. Rata-rata para pekerja itu malas, tidak suka bekerja.
2. Karena pada dasarnya pekerja tidak suka bekerja, maka harus dipaksa,
dikendalikan, dipelakukan dengan hukuman, dan diarahkan untuk pencapaian
tujuan organisasi.
3. Rata-rata para pekerja lebih senangdibimbing, berusaha menghindari tanggung-
jawab, mempunyai ambisi yang kecil, keamanan drinya di atas segala-galanya.

Anggapan-anggapan yang mendasari teori Y :
1. Usaha phisik dan mental yang dilakukan manusia dalam bekerja adalah kodrat
manusia, sama halnya dengan bermain atau beristirahat.
2. Rata-rata manusia bersedia belajar, dalam kondisi yang layak, tidak hanya
menerima tetapi mencari tanggung-jawab.
3. Ada kemampuan yang besar dalam kecerdikan, kreativitas dan daya imajinasi
untuk memecahkan masalah-masalah organisasi yang secara luas tersebar pada
seluruh karyawan.
4. Pengendalian ekstern dan hukuman bukan satu-satunya cara untuk mengarahkan
usaha pencapaian tujuan organiasasi.
5. Keterikatan pada tujuan organisasi adalah fungsi penghargaan yang diterima
karena prestasinya dalam pencapaian tujuan itu.
6. Organisasi seharusnya memberikan kemungkinan orang untuk mewujudkan
potensinya, dan tidak hanya digunakan sebagian.

b. TeoriHirarki Kebutuhan Maslow
Menurut Maslow ada 5 kebutuhan dasar manusia yang membentuk hirarki kebutuhan, yaitu :
1. Kebutuhan Fisiologis
2. Kebutuhan Keamanan
3. Kebutuhan Sosial
4. Kebutuhan Penghargaan
5. Kebutuhan Aktualisasi Diri

c. TeoriMotivasi Berprestasi Mc Clelland
Menurut Mc Clelland, seseorang dianggap mempunyai motivasi prestasi yang tinggi, apabila dia mempunyai keinginan untuk berprestasi lebih baik dari pada yang lain dalam banyak situasi.
Mc Clelland memusatkan perhatiannya pada tiga kebutuhan manusia yaitu :
1. Kebutuhan Prestasi
2. Kebutuhan Afiliasi
3. Kebutuhan Kekuasaan.

d.Teori Motivasi Dua Faktor Herzberg
Menurut Herzberg ada dua faktor yang mempengaruhi motivasi kerja seseorang dalam organisasi, yaitu pemuas kerja (job satisfier) yang berkaitan dengan isi pekerjaan dan penyebab ketidakpuasan kerja (job dissafisfiers) yang bersangkutan dengan suasana pekerjaan Satisfiers disebar motivators dan dissatifiers disebut faktor-faktor yang higienis.
read more...

Friday, February 5, 2010

Bermain Merangsang Kecerdasan Anak

Usia 0 sampai 6 tahun merupakan masa kritis bagi anak untuk mengoptimalkan perkembangan emosi dan intelektualnya. Di rentang usia ini, si kecil mengembangkan sekitar 75% kapasitas otaknya.

Bernard Devlin peneliti dari Universitas Pittsburg, Amerika Serikat, berpendapat bahwa peran genetik terhadap optimalisasi otak hanyalah 48%. Selebihnya dipengaruhi oleh faktor lingkungan.

Bermain, diakui para ahli, sebagai salah satu stimulasi dari lingkungan yang dapat membantu memaksimalkan perkembangan otak anak. Melalui bermain, Si Kecil bisa mengoptimalkan semua kemampuannya. Tentu saja orangtua punya peran penting dalam memilihkan kegiatan bermain yang tepat, sesuai tahap perkembangan anak.

"Anak yang aktif secara fisik memiliki tingkat konsentrasi yang lebih baik dan hal ini sangat mendukung prestasi akademiknya di sekolah," kata Jack Kern, profesor kinesiologi dari University of Arkansas, Amerika Serikat.

Berbagai penelitian membuktikan, bermain merupakan stimulasi efektif dalam menunjang tumbuh kembang optimal anak. Dua orang psikolog, Jerome Bruner dan Brian Sutton-Smith, yang meneliti perkembangan kognitif manusia mengatakan, bermain menghasilkan atmosfer santai, sehingga anak dengan mudah belajar berbagai cara untuk mengatasi masalah yang ditemuinya ketika bermain. Menurut keduanya, pada saat bermainlah anak sering terlibat dalam proses pemecahan masalah.

Sementara itu D.G. Singer & J. Singer, peneliti senior dan profesor di bidang psikologi perkembangan dari Amerika Serikat, dalam buku mereka The House of Make Believe, mengatakan anak prasekolah yang banyak melewatkan waktu bermain sosiodrama,umumnya lebih menonjol dalam kompetensi dan perkembangan intelektualnya. Anak-anak tersebut juga mendapatkan nilai lebih tinggi pada tes yang mengukur imajinasi dan kreativitas.

Berbagai penelitian lain juga mendukung bahwa bermain membuat anak belajar kekuatan dan batas-batas kemampuan dirinya. Si Kecil jadi lebih mampu menyiasati realitas melalui permainan pura-pura. Kemampuan abstraksi anak pun kian terasah karena ia mengenal berbagai konsep, seperti besar-kecil, atas-bawah, dan penuh-kosong.

Bermain juga membuat anak mampu mengidentifikasi dan mengklasifikasi (mulai mengamati, mengurut, membedakan, membuat ramalan, membandingkan,sampai menarik kesimpulan), serta menentukan hubungan sebab-akibat. Kemampuan intelektual yang anak peroleh melalui kegiatan menyenangkan ini, dapat menjadi bekal yang sangat berguna untuk mengatasi berbagai permasalahan dalam kehidupannya kelak.
read more...

Thursday, February 4, 2010

Nilai dan Norma Sosial

A.NILAI SOSIAL
Anda sudah tentu sering mendengar kata “nilai” atau “norma” dalam masyarakat. Nilai dan norma sangat terkait dengan kehidupan kita sebagai mahkluk sosial. Ketika kita membantu orang lain,sebenarnya kita sedang menerapkan nilai dan norma masyarakat. Dalam ilmu sosiologi,nilai mengandung pengertian yang lebih luas. Nilai (value) dalam konteks sosiologi, berhubungan dengan pertanyaan mengapa dan bagaimana suatu kondisi dapat terjadi di masyarakat.

Pengertian Nilai
Dalam Kamus besar Bahasa Indonesia, nilai didefinisikan sebagai kadar, mutu, atau sifat yang penting dan berguna bagi kemanusiaan. Sementara itu, nilai budaya dan nilai sosial didefinisikan sebagai konsep abstrak mengenai masalah dasar yang penting dalam kehidupan manusia. Kita simpulkan bahwa nilai merujuk pada sesuatu yang sangat penting dan berguna bagi kemanusiaan. Lantas, bagaimana sosiologi mendefinisikan nilai?
Dalam sosiologi, nilai didefinisikan sebagai konsepsi (pemikiran) abstrak dalam diri manusia mengenai apa yang dianggap baik dan apa yang dianggap buruk. Contohnya, orang menganggap menolong bernilai baik sedangkan mencuri bernilai buruk. Dengan demikian, perbuatan saling menolong merupakan sesuatu yang bernilai dalam kehidupan masyarakat. Bernilai dalam kehidupan masyarakat inilah yang disebut nilai sosial.
Bagaimana pendapat para ahli tentang pengertian nilai social ini?
1. Soerjono Soekanto mendefinisikan nilai sebagai konsepsi abstrak dalam diri manusia mengenai apa yang dianggap baik dan apa yang dianggap buruk.
2. Robert M. Z Lawang mengatakan bahwa nilai adalah gambaran mengenai apa yang diinginkan, pantas, berharga, dan mempengaruhi perilakub sosial orang-orang yang memiliki nilai tersebut.
3. C. Kluckholn melihat bahwa semua nilai kebudayaan pada dasarnya mencakup hal-hal berikut :
a. Nilai mengenai hakikat hidup manusia. Contohnya, ada manusia yang beranggapan bahwa hidup itu indah
b. Nilai mengenai hakikat karya manusia. Contohnya, ada manusia yang beranggapan bahwa manusia berkarya demi harga diri.
c. Nilai mengenai hakikat hubungan manusia dengan alam
d. Nilai mengenai hakikat kedudukan manusia dalam ruang dan waktu
e. Nilai mengenai hakikat hubungan manusia dengan sesamanya.

Ciri-Ciri dan Fungsi Nilai Sosial
Dari pengertian-pengertian diatas, dapatlah dikemukakan ciri-ciri nilai sosial. Beberapa ciri nilai sosial tersebut sebagai berikut.
1. Merupakan konstruksi masyarakat sebagai hasil interaksi antar warga masyarakat.
2. Disebarakan antara warga masyarakat (bukan bawaan individu sejak lahir).
3. Terbentuk melalui sosialisasi (proses belajar).
4. Merupakan bagian dari usaha pemenuhan kebutuhan dan kepuasan sosial manusia.
5. Dapat mempengaruhi perkembangan diri seseorang.
6. Memiliki pengaruh yang berbeda antar warga masyarakat.
7. Cenderung berkaitan satu sama lain dan membentuk sistem nilai,

Menurut Drs. Suprapto, fungsi nilai sosial adalah sebagai berikut.
1. Dapat menyumbangkan seperangkat alat untuk menetapkan “harga” sosial dalam suatu kelompok
2. Dapat mengarahkan masyarakat dalam berfikir dan bertingkah laku
3. Sebagai penentu terakhir manusia dalam memenuhi peranan-peranan sosial. Nilai sosial dapat memotivasi seseorang untuk mewujudkan harapan sesuai dengan harapannya (sebagai individu dan anggota masyarakat). Contohnya, ketika menghadapi konflik, biasanya kepuasan akan diambil berdasarkan pertimbangan nilai sosial yang lebih tinggi.
4. Sebagai alat solidaritas di kalangan anggota kelompok (masyarakat). Dengan nilai tertentu, anggota kelompok akan merasa sebagai suatu kesatuan.
5. Sebagai alat pengawas / kontrol perilaku manusia dengan daya tekan dan daya mengikuti tertentu agar orang mau berperilaku sesuai dengan yang diinginkan sistem nilai.

B. MACAM-MACAM NILAI SOSIAL
Prof. Dr. Notonegoro membagi nilai menjadi 3 :
1. Nilai material, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi unsur fisik manusia. Misalnya, makanan, air dan pakaian.
2. Nilai Vital, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk mendapatkan mengdakan kegiatan dan aktifitas. Misalnya, buku dan alat tulis bagi pelajar dan mahasiswa.
3. Nilai kerohanian, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi batin (rohani) manusia. Nilai kerohanian antara lain sebagai berikut.
a. Nilai kebenaran yang bersumber pada akal manusia
b. Nilai keindahan yang bersumber pada unsur rasa indah (nilai estetis)
c. Nilai kebaikan atau Nilai moral yang bersumber pada unsur kodrat manusia seperti kehendak dan kemauan
d. Nilai religius merupakan nilai ketuhanan yang tertinggi dan mutlak. Nilai ini bersumber pada kepercayaan dan keyakinan manusia

Berdasarkan cirinya, nilai sosial dapat dibedakan menjadi dua menjadi 2 macam, yakni nilai dominan dan nilai yang mendarah daging.
1. Nilai dominan adalah nilai yang dianggap lebih penting dibandingokan nilai yang lainnya
a. Banyaknya orang yang menganut nilai tersebut.
Contoh : Sebagian masyarakat menghendaki perubahan arah kebaikan (reformasi) di segala bidang kehidupan, seperti bidang politik, hukum, ekonomi dan sosial.
b. Berapa lama nilai itu dianut atau digunakan
Contoh ; - Sejak dahulu hingga sekarang tradisi sekaten di Surakarta dan Yogyakarta dalam rangka memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW selalu dilaksanakan di alun-alun keraton dan di samping mesjid besar
c. Tinggi rendahnya usaha orang untuk memberlakukan nilai tersebut.
Contoh : Menunaikan ibadah haji merupakan kewajiban bagi umat islam.
d. Prestise atau kebanggan orang-orang yang menggunakan nilai di masyarakat.
Contoh : Memiliki mobil atau barang lain yang bermerk terkenal dapat memberikan kebanggan / prestise tersendiri.

2. Nilai yang mendarah daging (internalized value) adalah nilai yang telah menjadi kepribadian dan kebiasaan sehingga ketika seseorang melakukannya kadang tidak melalui proses berpikir atau pertimbangan lagi, melainkan secara tidak sadar.
Contoh :
- Seorang kepala keluarga yang belum mampu memberi nafkah pada keluarganya akan merasa sebagai kepala keluarga yang tidak bertanggung jawab.

C. NORMA SOSIAL
Norma Sosial yang mengatur masyarakat ada yang bersifat formal dan nonformal.
1. Norma formal bersumber dari lembaga masyarakat (institusi) yang formal atau resmi. Norma ini biasanya tertulis.
Contohnya, aturan-aturan yang berasal atau bersumber dari negara, seperti konstitusi, surat keputusan, dan peraturan daerah.
2. Norma nonformal biasanya tidak tertulis dan jumlahnya lebih banyak dari norma formal. Contohnya, kaidah atau aturan yang terdapat di masyarakat, seperti pantangan-pantangan, aturan dalam keluarga, dan adat istiadat.

D. TINGKATAN DAN JENIS-JENIS NORMA DALAM MASYARAKAT
Tingkatan Norma
1. Cara (usage) adalah norma yang paling lemah daya pengikatnya karena orang yang melanggar hanya mendapat sanksi dari masyarakat berupa cemoohan atau ejekan saja.
2. Kebiasaan (folkways) adalah suatu aturan dengan kekuatan mengikat yang lebih kuat daripada usage karena kebiasaan merupakan perbuatan yang dilakukan berulang-ulang sehingga menjadi bukti bahwa orang yang melakukannya menyukai dan menyadari perbuatannya.
Contoh :
- Kebiasaan menghormati dan mematuhi orang yang lebih tua.
- Kebiasaan menggunakan tangan kanan apabila hendak memberikan sesuatu kepada orang lain.
3. Tata Kelakuan (mores0 adalah aturan yang sudah diterima masyarakat dan dijadikan alat pengawas atau kontrol, secara sadara atau tidak sadar, oleh masyarakat kepada anggota-anggotanya.
Contoh :
- Larangan buang air kecil di sembarang tempat
- Larangan berzina

Macam-Macam Norma
1. Norma Agama, adalah suatu norma yang berdasarkan ajaran atau kaidah suatu agama.
Contoh : Norma agama Islam antara lain adalah kewajiban melaksanakan rukun Islam dan rukun Iman.
2. Norma Kesusilaan, didasarkan pada hati nurani atau akhlak manusia. Norma kesusilaan bersifat universal. Artinya, setiap orang di dunia ini memilikinya, hanya bentuk dan perwujudannya saja yang berbeda.
3. Norma kesopanan, adalah norma yang berpangkal dari aturan tingkah laku yang berlaku di masyarakat seperti cara berpakaian, cara bersikap dalam pergaulan, dan berbicara.
Contoh : Tidak memakai perhiasan dan pakaian yang mencolok ketika menghindari suasana berkabung.
4. Norma Kebiasaan (habit), merupakan hasil dari perbuatan yang dilakukan secara berulang-ulang dalam bentuk yang sama sehingga menjadi kebiasaan.
Contoh : Kebiasaan melakukan “selamatan” atau doa bagi anak yang baru dilahirkan.
5. Norma Hukum, adalah himpunan petunjuk hidup atau perintah dan larangan yang mengatur tata tertib dalam suatu masyarakat (negara).
Contoh : Tidak melakukan tindak kriminal, seperti mencuri, membunuh dan menipu.
read more...

Wednesday, February 3, 2010

Berteman Itu Menyenangkan.!

Berteman memang sungguh menyenangkan. Dengan berteman kita bisa mendapatkan banyak manfaat positif untuk kita!. Namun, bukan berarti kita bisa memanfaatkan seorang teman. Tidak mau kan, pertemanan menjadi berbalik permusuhan hanya karena masalah kecil. Oleh karena itu, pertemanan juga perlu dirawat, seperti tanaman.

Jurus Kenalan
Banyak cara yang bisa dilakukan oleh kita! untuk bisa mendapatkan teman. Salah satunya dengan berkenalan dan menjalin pertemanan di lingkungan sehari-hari, seperti di lingkungan sekolah, lingkungan rumah, atau lingkungan kursus. Cara ini cukup efektif, loh. Jangan malu juga untuk berkenal dengan teman baru di lingkunganmu.
Sebelum berkenalan siapkan dulu jurus jitu perkenalanmu. Gunakanlah cara berkenalan yang sopan dan santun. Sebutlah namamu sesudah kita menyapanya. Kemudian buatlah teman barumu nyaman berbicara denganmu. Jauhkan sifat membanggakan diri sendiri, sok tahu, judes. Kalau tidak, bisa-bisa teman barumu menjauh saat perkenalan pertama. Kita bisa mengobrol tentang sekolah, tim jagoan sepak bola, atau acara TV favorit sebagai bahan obrolan. Di sinilah kita bisa mengetahui apakah kita mempunyai hobi atau kesukaan yang sama.
Sebaiknya jauhkan sifat pemalu jika kita ingin punya banyak teman. Jangan khawatir, deh, teman-teman yang lain mungkin juga sama malunya dengan kita.
Dengan mempunyai banyak teman, pastinya kita semakin asyik bisa bermain di mana saja dengan mereka. Nggak hanya bermain saja, kita juga bisa bertukar barang-barang favoritmu, berbagi cerita mengenai tokoh jagoanmu, membentuk kelompok belajar bersama, bertukar informasi mengenai hobi atau kesukaanmu. Nah, pastinya masih banyak lagi manfaat dari berteman.

Pilah Pilih Teman
Manusia diciptakan oleh Tuhan dengan bentuk dan sifat yang berbeda-beda. Ada yang berasal dari suku Jawa, suku Ambon, suku Batak, suku Dayak, atau bahkan keturunan Cina. Ada juga yang beragama Katolik, Islam, Hindu, Budha, dan Kristen Protestan. Ada juga yang mempunyai tubuh tinggi, pendek, gemuk, kurus, berkulit hitam, berkulit putih. Ada juga yang hidup berkecukupan atau hidup serba kekurangan. Dengan perbedaan inilah, seharusnya pertemanan akan semakin erat. Jangan jadikan perbedaan yang ada menjadi hambatan untuk menjalin pertemanan. Dengan kekurangan yang ada, kita bisa saling mengisi satu sama lain.
Namun, kita perlu berhati-hati dengan teman-teman yang ingin menjerumuskan kita ke hal-hal yang tidak baik. Misalnya saja, ada seorang temanmu yang mengajakmu untuk bolos sekolah atau kuliah, mencuri, atau berkelahi. kita berhak kok, untuk menolak ajak temanmu yang tidak baik. Berilah pengertian kepada temanmu untuk tidak melakukan hal-hal yang tidak baik. Sebagai teman, sebaiknya kita patut memberikan contoh yang baik.

Merawat Persahabatan
Teman atau sahabat juga perlu dirawat, sama halnya seperti tanaman yang perlu diberi pupuk dan diberi air untuk menghasilkan tanaman yang baik. Agar pertemanan semakin erat, kita juga perlu merawat pertemanan atau persahabatan kalian. Cara ini bisa kita lakukan agar pertemananmu tidak berbalik menjadi permusuhan.
•Jadilah sahabat yang selalu ada di saat suka maupun duka
•Berbagilah cerita dengan temanmu
•Hindari obrolan yang menjelek-jelekkan temanmu yang lain
•Pahami sifat dan karakter masing-masing pribadi
•Saling memaafkan bila salah satu berbuat salah
read more...

Tuesday, February 2, 2010

Kota Tua Jakarta

Jakarta, ibu kota Negara Republik Indonesia, sudah berumur 482 tahun. Kini Jakarta sudah mengalami banyak perubahan. Banyak bangunan tinggi modern menghiasi kota Jakarta. Nilai sejarah kota Jakarta pun semakin punah. Namun, ternyata di Jakarta masih ada bangunan kota tua yang menyimpan nilai sejarah tinggi, loh. Di antaranya ada Museum Sejarah Jakarta atau yang sering disebut Museum Fatahillah, Pelabuhan Sunda Kelapa, dan juga kawasan Jalan Kalibesar. Daerah ini menjadi saksi sejarah Indonesia terutama kota Jakarta.

Museum Sejarah Jakarta (Museum Fatahillah)
Dulu, Museum Sejarah Jakarta merupakan Balai kota, yang dalam bahasa Belandanya disebut Staadhuis. Bangunan ini dibangun dari tahun 1707 hingga tahun 1710. Pada tahun 1970 bangunan ini direnovasi dan kemudian diresmikan pada tahun 1974 menjadi Museum Sejarah Jakarta.

Selain menjadi Balai kota, bangunan ini juga berfungsi sebagai Dewan Kotapraja atau College van Schepen. Dewan ini adalah dewan yang menangani perkara pidana dan perdata warga kota Batavia. Terdakwa yang akan diadili, terlebih dahulu mendekam di penjara yang berada di bawah tanah. Bagi yang terbukti melakukan kejahatan dan memberontak kepada Pemerintah Belanda akan mendapat hukuman gantung. Saat eksekusi hukuman gantung berlangsung, masyarakat sekitar diundang ke depan Staadhuis dengan cara membunyikan lonceng yang terdapat di atas bangunan. Hingga saat ini lonceng tersebut masih ada.

Bangunan Museum Sejarah terdiri atas bangunan utama dengan dua sayap di bagian timur dan barat. Bangunan berlantai dua ini juga banyak menyimpan koleksi benda-benda peninggalan yang menggambarkan perkembangan Jakarta dari mulai zaman pra-sejarah hingga kini. Ada mata uang zaman VOC, perabotan rumah tangga seperti furnitur dari abad 17-19, meriam kuno, bendera zaman Fatahillah, lukisan-lukisan Raden Saleh, serta potret Gubernur Jenderal VOC.

Pelabuhan Sunda Kelapa
Pelabuhan Sunda Kelapa yang berada di utara Jakarta ini sudah dikenal sejak abad ke-12. Kala itu, pelabuhan Sunda Kelapa ini adalah pelabuhan terpenting bagi Kerajaan Padjajaran. Banyak kapal layar niaga dari berbagai bangsa membawa barang-barang seperti porselen, kopi, sutra, kain, wangi-wangian, anggur, dan lain-lain untuk ditukarkan dengan rempah-rempah.

Setelah masuknya Islam dan penjelajah dari bangsa Eropa, Pelabuhan Sunda Kelapa menjadi rebutan. Hingga akhirnya, Pemerintah Belanda menguasai Pelabuhan Sunda Kelapa kurang lebih selama 300 tahun. Pada awal Pelabuhan Sunda Kelapa dikuasai Belanda, pelabuhan ini dibangun dengan kanal sepanjang 810 meter. Kemudian pada tahun 1817, Pemerintah Belanda memperbesarnya menjadi 1.825 meter.

Setelah Indonesia merdeka, Pelabuhan Sunda Kelapa mengalami perubahan. Saat ini Pelabuhan Sunda Kelapa memiliki luas 760 hektar, ditambah dengan luas perairan 16.470 hektar yang terbagi menjadi dua, yaitu pelabuhan utama dan pelabuhan Kalibaru. Pelabuhan utama memiliki panjang 3.250 meter dan dapat menampung 70 perahu layar. Sedangkan pelabuhan Kalibaru memiliki panjang 750 meter dan mampu menampung kurang lebih 65 kapal antar pulau.

Kalibesar
Kalibesar merupakan nama jalan di daerah Jakarta Utara. Letaknya tidak jauh dari Museum Sejarah Jakarta. Dengan berjalan kaki dari Museum Sejarah Jakarta, kita hanya membutuhkan waktu lima menit saja untuk mencapai jalan Kalibesar ini.
Dulu pada abad ke-17, Jalan Kalibesar terkenal sebagai daerah pusat bisnis perdagangan yang cukup terkenal dan bergengsi. Jalan Kalibesar ini biasa disebut Grootegracht yang artinya kali besar, karena di jalan tersebut terdapat kali yang diapit jalan dan bangunan.

Selain pusat bisnis perdagangan, di Jalan Kalibesar juga banyak terdapat rumah penduduk Cina. Kali itu sendiri menjadi jalur lalu lintas kapal bongkar muat barang. Hingga akhirnya pada tahun 1740, terjadi kerusuhan di Jalan Kalibesar dan banyak rumah penduduk dibakar. Pada tahun 1870, Jalan Kalibesar dibangun kembali.

Di Jalan Kalibesar terdapat bangunan berlantai dua dan berwarna merah. Nggak heran kalau bangunan ini disebut Toko Merah. Bangunan ini sangat terkenal pada zaman dulu karena pernah ditinggali oleh beberapa Gubernur Jenderal VOC. Saat ini bangunan Toko Merah masih berdiri kokoh dan digunakan sebagai perkantoran.

Selain Toko Merah, di Jalan Kalibesar juga terdapat jembatan gantung yang diberi nama Jembatan Kota Intan. Jembatan yang dibangun pada tahun 1628 ini bisa diangkat dan diturunkan apabila ada kapal atau perahu yang lewat. Jembatan Kota Intan dilengkapi pengungkit untuk menaikkan sisi bawah jembatan. Apabila ada kapal atau perahu yang lewat, maka penjaga jembatan akan segera menarik pengungkit jembatan tersebut. Sekarang jembatan tersebut tidak bisa digunakan lagi karena umurnya yang sudah tua.
read more...

Wednesday, January 27, 2010

Teknik Dasar Renang

1. Gaya-gaya Renang
Dalam olahraga renang kita mengenal 4 macam gaya renang yang sering kita lakukan.
a. Bila dikaitkan dengan perlombaan renang, maka kita kenal :
- Gaya Bebas (Free style)
- Gaya Punggung (Backstroke)
- Gaya Kupu-Kupu (Butterfly)
- Gaya Dada (Breaststroke)

b. Bila dikaitkan dengan proses belajar mengajar renang, maka kita kenal :
- Gaya Bebas (The front craw stroke)
- Gaya Punggung (The back craw stroke)
- Gaya Kupu-kupu (The dolphin stroke)
- Gaya Dada (The breaststroke)

c. Teknik Dasar
Dalam proses belajar mengajar renang, terutama bagi mereka yang belum sama sekali belajar renang teknik-teknik dasar belajar berenang dimulai dari yang sangat sederhana sedikit demi sedikit meningkat kepada peningkatan prestasi.
- Pengenalan Air
- Dimulai dengan memasuk-masukan kepala kedalam air.
- Pengenalan membuka mata dan bernafas.
- Lari-lari dalam air (bentuk-bentuk permainan dalam air).
- Latihan menyelam.
- Latihan mengapung
- Lmpat kedalam air
- Latihan Meluncur
- Latihan Gerakan Kaki
- Latihan Gerakan Tangan
- Latihan Bernafas
- Latihan Kombinasi

Pada saat pengenalan air, dapat diberikan 3 hal yang penting yaitu :
1. Pernafasan
2. Meluncur
3. Mengapung
Ketiga hal tersebut diatas, bila dijadikan landasan untuk seseorang belajar berenang dengan baik.

Pernafasan
Bagi mereka yang awam, untuk mengambil udara di atas permukaan air dan kemudian masuk permukaan air dengan membuang sisa-sisa pembakaran melalui mulut dan hidung memang tidak mudah. Terutama kebiasaan kita sehari-hari sangat mempengaruhi hal itu. Namun bila kita berikan latihan-latihan yang teratur, dalam tempo yang relatif lama hal semacam itu mudah untuk dikuasai dengan baik.

Beberapa bentuk pernafasan dapat diberikan sebagai berikut :
1. Sebelum masuk air, cobalah didarat dengan melatih irama mengambil nafas melalui mulut dan mengeluarkan sisa pembakaran melalui hidung, hingga irama ini bisa dikerjakan secara otomatis.

2. Kemudian setelah bisa dikerjakan hal diatas, cobalah cara ini dikerjakan di
tempat/kolam dangkal atau kolam renang yang memungkinkan seseorang dapat berdiri. Ambilah udara melalui mulut kemudian tutup mulut dan masukkan bagian muka ke permukaan air, setelah beberapa saat secara perlahan buanglah sisa pembakaran itu melalui hidung. Kerjakanlah hingga berulang-ulang dan kalau memungkinkan mencapai 50-100 kali ulangan, dimana dengan jumlah itu diharapkan gerakannya bisa dikerjakan secara otomatis dan terbiasa.

Bagi mereka yang sulit untuk mengambil udara melalui mulut dan membuang melalui hidung, untuk sementara dapat dikerjakan dengan bantuan hidung. Namun cara ini bila sudah mampu menguasai irama pernafasan yang sebenarnya, hendaknya ditinggalkan, oleh karena cara itu sering berakibat menghisap air melalui hidung.

3. Latihan pernafasan ini dapat ditingkatkan dengan memperlama waktu
ketika bagian muka berada di bawah permukaan air, setelah jarak waktu ditempuh lanjutkan dengan membuang sisa pembakaran secara perlahan sebelum naik ke atas permukaan air. Misalnya ketika di bawah permukaan air diharuskan berhitung sampai 10, kemudian membuang sisa pembakaran dan selanjutnya naik keatas permukaan air untuk mengambil udara kembali.

4. Cara yang sama dapat dikerjakan dengan menggunakan papan latihan,
dimana dengan sikap membungkuk dan kedua kaki tetap pada sikap berjalan di dasar kolam, kemudian kedua tangan memegang papan latihan di kedua ujungnya. Lakukan cara-cara seperti diatas sambil berjalan atau tetap diam di tempat.

Meluncur
Langkah berikutnya setelah menguasai cara bernafas, dapat dilanjutkan dengan latihan meluncur. Latihan ini diperlukan teristimewa untuk melatih keseimbangan tubuh di air. Tidak sedikit yang belajar renang, karena tidak mampu menguasai keseimbangan tubuh tenggelam dan tidak mampu berdiri di kolam renang, meskipun kolam dangkal.

Latihan meluncur bisa dikerjakan sebagai berikut :
1. Berdirilah ditepi kolam dengan sikap membelakangi dinding kolam dan salah
satu kaki/telapaknya berada menempel pada dinding untuk siap menolak. Luruskan kedua lengan diatas kepala dengan ibu jari saling berkaitan satu sama lain. Tundukkan tubuh dengan berusaha ujung jari tangan lebih dahulu tiba diatas permukaan air, kaki yang menempel pada dinding mendorong hingga tubuh terdorong ke depan. Disaat luncuran berjalan, hindarkan mengambil sikap berdiri sebelum titik luncurnya menurun dan kemudian berhenti, dan sebagai akibatnya kedua kaki secara otomatis turun hingga dapat berdiri. Apabila saat meluncur dengan kecepatan tinggi turun dengan tiba-tiba untuk berdiri, banyak terjadi justru yang melakukan tidak mampu berdiri.

2. Cara yang sama dapat dilakukan dengan meluncur dari tengah-tengah
kolam dangkal. Setelah luncuran habis, kemudian berdiri dan lakukan berulang-ulang hingga membawa tubuh menepi.

3. Latihan meluncur ini dapat dikembangkan hingga kedua belah kaki mampu
menempel ke dinding kolam dan sikap ini hanya dapat dilakukan kalau yang belajar sebelum meluncur terlebih dahulu masuk ke bawah permukaan air dalam sikap telungkup hingga kedua kaki memungkinkan untuk menolak. Latihan-latihan bisa dikerjakan secara berulang-ulang hingga mampu rileks dan terhindar dari rasa tegang yang sering berakibat tubuh memutar.

Terapung
Posisi terapung sebenarnya tidak hanya dapat dilakukan dalam satu sikap saja, tetapi banyak posisi yang bias dilakukan supaya tubuh dapat terapung di atas permukaan air.

Sikap ini pada prinsipnya dapat dilakukan, merupakan perwujudan dari perpindahan pusat titik berat (Centre Of Gravity) dan pusat titik apung (Centre Of Buoyancy) di saat tubuh terapung. Baik di darat maupun di udara, seseorang dapat membalik atau memutar dengan menggunakan pusat titik berat. Di air bagaimanapun dada adalah merupakan titik apung. Pusat titik berat seseorang disaat sikap terlentang secara horizontal dengan kedua tangan berada disamping tubuh, ini merupakan pusat dari seluruh titik berat berada di lokasi pinggul. Sejak segmen tubuh mempunyai perbedaan berat, maka jarak dari tiap segmen dari pusat titik berat pada tubuh berperan menentukan secara pasti lokasi atau letak dimana pusat titikk berat.

Bilamana seseorang pada sikap terlentang secara horizontal, maka titik berat cenderung bergerak diatas segmen tubuh dan secara individu menarik ke arah bawah.

Daya apung dan air akan mendorong setiap segmen horizontal, bila titik berat spesifik tiap bagian kurang dari 1.0.

Beberapa segmen tubuh mungkin lebih terapung dibanding lainnya. Seperti tangan merupakan segmen yang mudah terapung, lain halnya dengan kaki, adalah bagian dari struktur tubuh yang berat dan tidak mudah terapung. Terutama daya apung pada air diarahkan langsung kepada bagian dada atau disebut dengan pusat dari titik apung tubuh, udara pada paru-paru digunakan untuk daerah dada. Dengan demikian struktur tulang dan struktur otot, umumnya menjadi bagian yang ringan dari tubuh dan akibatnya dada akan cenderung terapung ke atas.

Kurangnya gerak apung terjadi hanya ketika pusat dari titik apung dalam meluruskan langsung di atas pusat titik berat. Dengan seseorang dari rata-rata membentuk dua pusat adalah saat meluruskan dalam posisi agak pararel ke atas permukaan air, bilamana seseorang berusaha untuk mengapung pada sikap horizontal di atas punggung dengan tangan merentang sepanjang samping bagian tubuh pada posisi ini di air, rata-rata seseorang mempunyai banyak lokasi berat tubuh yaitu pada paha, kaki, kepala dan bahu.

Kekuatan titik berat tarikan paha (pusat titik berat) dan kaki ke arah bawah. Kekuatan apung dari gerakan air ketika menekan ke arah atas, di atas bagian dada (pusat titik apung), ini merupakan kekuatan yang menjadi penyebab tubuh beraksi seperti orang berjalan dengan menjaga keseimbangan tubuh agar tidak terjatuh. Tubuh mulai memutar ke arah depan ketika paha dan kaki bergerak ke arah bawah. Apabila pusat titik berat pada rongga tulang panggul dapat berputar dibawah pusat titik apung pada dada. Dan seseorang dapat terapung dengan tidak bergerak.

Bagaimanapun seperti kaki tenggelam sepanjang rotasi atau perputaran dari bagian depan tubuh itu, ke arah bawah menambah daya gerak dan ini menambah percepatan dari kaki ditambah beratnya. Sebab tubuh bisa merendam, sejak kekuatan apung ini tidak cukup mampu untuk mengatasi kekuatan dari titik berat dan gerakan ke arah bawah dari kaki. Ini cenderung atau gejala untuk kaki dapat menarik seluruh tubuh di bawah air, terutama bagi pemula tidak akan mengajar punggung terapung pada sikap horizontal tetapi pada sikap yang vertical, dimana kaki akan terpelihara naiknya seseorang pada posisi terapung yang normal.

Orang yang belajar, bisa di air dengan sikap bahu dalam, bila kepala dibaringkan ke belakang, dimana punggung dan telapak tangan keluar dari bahu, air akan mulai mendorong tubuh. Selain beberapa dorongan, kaki akan naik pada posisi apung yang normal.

Sikap terapung dapat dipelajari salah satu dari 3 posisi apakah horizontal, diagonal atau vertikal. Dengan terapung dan mengurangi gerak pada sikap vertical atau posisi diagonal dapat banyak mempelajari terapung dengan sikap horizontal dengan mengganti-ganti tangan dan kaki.

Setelah latihan-latihan dasar dipelajari secara baik, selanjutnya baru mempelajari gaya-gaya renang secara khusus.

Untuk tingkat pemula dianjurkan untuk belajar renang gaya bebas terlebih dahulu baru mempelajari gaya-gaya renang lainnya. Alasannya dengan mempelajari gaya bebas terlebih dahulu maka untuk gaya-gaya renang lainnya akan lebih mudah, karena pada renang gaya bebas siswa diberikan kebebasan untuk melakukan gerakan-gerakan tanpa terikat suatu ketentuan. Dan gerakan pada gaya bebas praktis lebih mudah untuk dilakukan daripada gaya-gaya lainnya.

1. Gaya Bebas
a. Latihan Meluncur
- Berdiri dipinggir kolam dan salah satu kaki menempel pada dinding kolam.
- Badan dibungkukkan kedepan sejajar dengan permukaan air, dan kedua lengan diluruskan.
- Tolakan kaki yang menempel pada dinding sekuat-kuatnya dan pertahankan agar badan tetap lurus.
- Pertahankan posisi kaki dan tangan tetap lurus sejajar dengan permukaan air sampai berhenti. Usahakan jangan mengambil nafas selama dalam keadaan meluncur.
- Lakukan berulang-ulang sampai memiliki kecepatan dan jauh kedepan.

b. Latihan Gerakan Kaki
- Latihan gerakan kaki dapat dilakukan secara bersama-sama pada waktu latihan meluncur.
- Atau dengan cara berdiri menghadap dinding kolam, kedua tangan berpegangan pada dinding kolam.
- Kedua kaki diluruskan kebelakang dengan posisi badan tertelungkup.
- Kaki digerakkan ke atas dan ke bawah secara bergantian dalam keadaan lemas (relak).
- Gerakan kaki dimulai dari pangkal paha.

c. Latihan Gerakan Tangan.
- Latihan ditempat
- Berdiri badan dibungkukkan kedua tangan lurus.
- Kemudian tangan kanan ditarik ke bawah sambil menekan air sampai berada dibawah badan.
- Pada waktu tangan sampai dibawah badan, siku cepat dibengkokan dan tangan diangkat keatas kembali kedepan lagi.
- Lakukan secara bergantian antara tangan kanan dan kiri.
- Lakukan secara berulang-ulang.

d. Latihan Mengambil Nafas
Dalam latihan bernafas dapat dilakukan secara bersama-sama dengan latihan gerakan tangan.
- Latihan ditempat
- Prinsip sama dengan latihan gerakan tangan di tempat.
- Pada waktu siku dibengkokan dan diangkat pada saat itu pula kepala dimiringkan sehingga muka keluar dari permukaan air untuk menghirup udara (bernafas).
- Waktu mengambil nafas biasanya dilakukan pada waktu gerakan tangan kanan saja.
- Perbandingannya 2 kali menarik tangan sekali mengambil nafas.
- Latihan sambil meluncur
- Pada prinsipnya sama dengan latihan ditempat hanya dilakukan dalam keadaan meluncur.
- Cara mengambil nafas dilakukan satu arah saja yaitu kearah kanan.
- Latihan Kombinasi
Latihan kombinasi antara gerakan kaki, tangan dan mengambil nafas dilakukan secara kontinyu. Pertama dimulai dengan gerakan meluncur, kemudian dilanjutkan gerakan kaki dan gerakan tangan sambil mengambil nafas.

2. Gaya Dada
Gaya dada adalah gaya renang pertandingan pertama yang berkembang. Mulai popular ketika pada tahun 1875 perenang Matthew Webb dengan menggunakan gaya dada, menjadi orang pertama merenangi teluk Channel (Kanal) di Inggris. Sejak tehun 1930 mulai dipisahkan antara gaya dada dengan gaya kupu-kupu yang kemudian menjadi cikal bakal renangan gaya kupu-kupu.

Gerak gaya di bawah permukaan air ternyata menambah gerak maju dan dilarang FINA sejak tahun 1957. Peraturan itu dapat mengembangkan gaya dada dengan posisi di atas permukaan air, pengaruh dari kekuatan tangan dibawah air, banyak perenang sekarang berorientasi dan berpikir dengan banyak membuat efisien gerak tangan, sebagai modifikasi dari keyakinan bahwa kaki memberi dorongan.

a. Latihan Meluncur
Prinsip latihan sama seperti kita mempelajari gaya bebas.

b. Latihan Gerakan Kaki
- Latihan ditempat
- Sikap badan tertelungkup
- Kedua tangan berpegangan pada dinding kolam
- Kepala berada dipermukaan air dan kedua kaki diluruskan
- Kedua kaki ditarik ke samping dengan kedua tumit dirapatkan
- Kemudian kedua kaki diluruskan samil membuka arah samping, dengan cepat keua kaki dirapatkan sambil membuat lecutan pada waktu ditutupkan
- Pergelangan kaki tetap lemas.
- Lakukan secara berulang-ulang dengan kecepatan dan kekuatan penuh sehingga akan terasa adanya dorongan badan meluncur ke depan

c. Latihan Gerakan Tangan
- Latihan ditempat
- Kedua kaki dikaitkan pada dinding kolam
- Kedua tangan diluruskan dan kepala keluar dari permukaan air
- Tarik kedua tangan secara bersamaan kerah bawah dada sambil kedua telapak tangan mengayuh air
- Kemudian kedua tangan kembali diluruskan kedepan
- Lakukan secara berulang-ulang
- Dapat dilakukan dengan bantuan papan luncur

d. Latihan Mengambil Nafas
- Prinsip sama dengan cara melakukan latihan gerakan tangan
- Pada saat kedua tangan ditarik kesamping kepala (dagu) diangkat keatas permukaan air sambil menghirup udara (bernafas)
- Lakukan secara berulang-ulang

e. Latihan Kombinasi
Latihan kombinasi antara gerakan kaki, tangan dan mengambil nafas dilakukan dalam keadaan meluncur. Lakukan berulang-ulang dengan jarak yang cukup jauh, sehingga kombinasi gerakan secara keseluruhan dapat dilakukan dan dihayati.

3. Gaya Punggung
a. Latihan Meluncur
Renang gaya punggung dailakukan dengan posisi badan terlentang, badan dalam posisi lurus dan sejajar dengan permukaan air.
Untuk dapat mempertahankan badan tetap dalam keadaan mengapung, usahakan pinggul sedikit diangkat keatas sehingga keseimbangan tetap terjaga dan badan tidak akan tenggelam.
Seluruh otot-otot badan dalam keadaan relax pandangan lurus keatas.

b. Latihan Gerakan Kaki
Prinsip gerakan sama seperti gerakan kaki pada gaya bebas, hanya dilakukan dalam posisi terlentang dengan pandangan lurus keats depan.
- Latihan kaki dipinggir kolam
- Duduk dipinggir kolam kedua kaki didalam air
- Gerakan kedua kaki secara bergantian keatas dan kebawah yang dimulai dari pangkal paha
- Latihan kaki dasar kolam
- Duduk didasar kolam yang dangkal
- Kedua kaki digerakkan keatas dan kebawah secara bergantian

c. Latihan Gerakan Tangan
Prinsip latihan gerakan tangan sama dengan latihan tangan pada gaya bebas, hanya dilakukan dengan posisi terlentang.

d. Gerakan Kombinasi
Setelah gerakan-gerakan dasar dikuasai selanjutnya di kombinasikan, pada gaya punggung tidak perlu diberikan latihan bernafas karena posisi tubuh terlentang, secara otomatis sudah bisa bernafas.

4. Gaya Kupu-Kupu
Gaya Kupu-kupu disebut juga gaya butterfly atau disebut juga gaya dolphin. Aya Kupu-kupu dilakukan dalam posisi tertelungkup. Gerakan tangan dan gerakan kaki dilakukan secara bersamaan, sehingga pada waktu meluncur dihasilkan dari lecutan kedua kaki dan ayunan dari kedua tangan. Gerakannya menyerupai gerakan ikan lumba-lumba, oleh karena itu gaya kupu-kupu disebut pula gaya lumba-lumba.

Perlu dibedakan antara Gaya Kupu-kupu dada (Butterfly Breast stroke) dengan gaya kupu-kupu dolphin (Butterfly stroke). Gaya kupu-kupu dada, dimana gerakan gaya kupu-kupu dengan kaki menggunakan gaya dada, hingga saat masih ada yang melakukannya.

Melihat potensi dan manfaatnya gaya kupu-kupu dada itu, dimanfaatkan oleh para pelatih yang kemudian berkembang sedemikian rupa, barulah pada tahun 1953 gaya kupu-kupu dada diakui sebagai gaya renangan tersendiri dan merupakan gaya-gaya renangan keempat selain gaya bebas, punggung dan dada.

Gaya kupu-kupu dengan kaki dolphin, diperkenalkan perenang Gyorgi Tampek dari Hongaria dan pada Olimpiade tahun 1956 gaya kupu-kupu dengan kaki ini diizinkan untuk ambil bagian. Sukses besar penggunaan gaya kupu-kupu dolphin dilakukan perenang Amerika William Yorzk dan Shelly Mann.

a. Latihan Gerakan Kaki
Prinsip berlatih gerakan kaki pada gaya kupu-kupu seperti berlati gerakan kaki pada gaya renang lainnya.
- Latihan ditempat
- Kedua tangan berpegangan pada dinding kolam kedua kaki diluruskan dan dirapatkan.
- Kedua kaki digerakkan secara bersama-sama keatas dan kebawah, yang dimulai dari pangkal paha.

b. Latihan Gerakan Tangan
Kedua tangan digerakkan secara besama-sama mulai dari posisi lurus kemudian ditarik kebelakang sampai dibawah dada dengan mengayuh air sekuat-kuatnya. Kemudian kedua tangan diangkat sampai keluar dari permukaan air dan kemali diayunkan kedepan seperti gerakan semula. Pada saat kedua tangan berada dibawah dada pada saat itu pula kepala diangkat keluar dari permukaan air sambil mengambil nafas.

c. Latihan Mengambil Nafas
Cara mengambil nafas dilakukan setiap tangan melakukan dorongan menekan air (push) pada saat itu pula mengambil nafas di atas permukaan air. Bisa juga dilakukan pada saat tangan menarik (pull) disamping badan sebelum kedua tangan diayunkan kembali kedepan.
read more...