AIDS merupakan singkatan dari Acquired Immuno Deficiency Syndrome. Acquired artinya didapat, jadi bukan merupakan penyakit keturunan, immuno berarti sistem kekebalan tubuh, deficiency artinya kekurangan, sedangkan syndrome adalah kumpulan gejala.
AIDS adalah penyakit yang disebabkan oleh virus yang merusak sistem kekebalan tubuh, sehingga tubuh mudah diserang penyakit-penyakit lain yang dapat berakibat fatal. Padahal, penyakit-penyakit tersebut misalnya berbagai virus, cacing, jamur protozoa, dan basil tidak menyebabkan gangguan yang berarti pada orang yang sistem kekebalannya normal. Selain penyakit infeksi, penderita AIDS juga mudah terkena kanker. Dengan demikian, gejala AIDS amat bervariasi.
Apa penyebab AIDS
AIDS disebabkan oleh virus bernama Human Immuno Deficiency Virus (HIV), yang menyerang dan merusak system kekebalan tubuh. Mengapa AIDS perlu perhatian khusus
- Belum ada obatnya dan belum ada vaksin yang bisa mencegah
- Pengidap virus menjadi pembawa dan dapat menularkan penyakit seumur hidupnya, walaupun tidak merasa sakit dan tampak sehat.
- Biaya pengobatan mahal.
- Menurunkan mutu sumber daya manusia dan produktifitas kerja, sehingga dapat mengganggu perekonomian negara
- Penyakit ini telah menyebar dengan cepat ke seluruh dunia, sebagian besar ditularkan melalui hubungan seks.
Apa perbedaan antara penderita HIV positif dengan penderita AIDS
- Penderita HIV positif adalah seseorang yang telah terinfeksi virus HIV, dapat menularkan penyakitnya walaupun nampak sehat dan tidak menunjukan gejala penyakit apapun.
- Penderita AIDS adalah seseorang yang menunjukan tanda-tanda dari sekumpulan gejala penyakit yang memerlukan pengobatan, setelah sekian waktu terinfeksi HIV
- Perjalanan waktu sejak seorang penderita tertular HIV hingga menderita AIDS dapat berlangsung lama antara 5 sampai 10 tahun.
Bagaimana virus HIV ditularkan
Walaupun AIDS adalah penyakit yang sangat berbahaya, tetapi hanya ada tiga cara penularan:
- Hubungan seksual tanpa pelindung dengan pasangan yang terinfeksi HIV. Resiko akan bertambah besar apabila ada penyakit kelamin lainnya yang diderita pasangan. Resiko penularan dari pihak pria kepada wanita lebih besar daripada sebaliknya.
- Melalui alat suntik atau alat tusuk lainnya (Akupuntur, Tato, Alat Cukur, dll). Juga melalui transfuse darah yang tercemar HIV.
- Dari ibu yang terinfeksi kepada bayi selama kehamilan dan persalinan
Virus HIV tidak ditularkan dengan cara berikut, yaitu:
1. Berpelukan social, berjabat tangan
2. Pemakaian WC, wastafel atau kamar mandi bersama
3. Di kolam renang
4. Gigitan nyamuk atau serangga lain
5. Membuang ingus, batuk atau meludah
6. Pemakaian piring, alat makan atau makan bersama-sama
Pencegahan penularan
- Menghindari hubungan seks di luar nikah
- Pemakaian kondom pada mereka yang mempunyai pasangan HIV positif
- Menggunakan jarum suntik dan alat tusuk lainnya yang terjamin sterilitasnya
- Skrining pada semua kantong donor darah
- Wanita dengan HIV positif tidak hamil
- Kondom untuk kelompok resiko tinggi
Apakah transfuse darah aman dari penularan virus HIV
Saat ini pemerintah melaksanakan test pada setiap cadangan darah untuk mengetahui ada / tidaknya virus HIV. Bagi orang yang berperilaku resiko tinggi untuk terinfeksi HIV, janganlah sekali-kali menyumbangkan darah. Dan bagi penyumbang darah, tidak perlu kuatir akan terinfeksi, karena alat-alat yang digunakan sudah disuci-hamakan atau hanya sekali pakai.
Bagaimana gejala penyakit AIDS?
- Gangguan pada susunan syaraf berupa lamban berpikir, pelupa, marah-marah, sakit kepala, kejang, libido menurun, dll
- Demam dan berkeringat pada malam hari selama berbulan-bulan
- Batuk yang tidak sembuh-sembuh disertai sesak nafas
- Diare berat yang melelahkan
- Bintik-bintik berwarna keungu-unguan yang tidak biasa
- Kehilangan berat badan secara berlebihan tanpa alasan jelas
- Pembesaran kelenjar secara menyeluruh di leher, di ketiak dan di lipatan paha
Dapatkah kita mengetahui seseorang terjangkit HIV?
Kebanyakan orang pengidap HIV terlihat sehat dan tidak terlihat tanda atau gejala dari infeksi. Jadi sebenarnya tidak mungkin kita mengetahui seorang pengidap HIV dari penampilannya.
Adakah test darah untuk mengetahui infeksi HIV?
Ya. HIV positif dapat diketahui melalui pemeriksaan darah.
Adakalanya hasil pemeriksaan negative walaupun sebenarnya ia telah terinfeksi dan dapat menularkan penyakitnya.
Hal ini dapat terjadi apabila pemeriksaan dilakukan pada stadium awal seseorang terinfeksi HIV (3 bulan pertama)
Bagaimana melindungi diri dari infeksi HIV?
Tidak melakukan hubungan seks sebelum menikah
Setelah menikah, setialah pada pasangan anda
Gunakan kondom, apabila pasangan adalah HIV positif
Janganlah melakukan hubungan seks dengan orang yang berpotensi HIV positif, misalnya pekerja seks
Jangan terlibat narkotika dan pemakaian jarum suntik bersama-sama
Apa yang dapat anda lakukan untuk memerangi AIDS?
- Bertindaklah menghindari penularan kepada diri sendiri
- Pelajari fakta yang benar tentang HIV dan AIDS, karena banyak beredar anggapan dan pemikiran yang keliru tentang hal ini.
- Hindarkan diskriminasi terhadap pengidap HIV atau AIDS. Perlakukan mereka secara manusiawi
- Adakan tindakan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap HIV/AIDS pada lingkungan Anda dan mencegah ketakutan yang tidak beralasan terhadap pengidap penyakit ini.
- Apabila Anda merasa diri Anda mempunyai resiko terinfeksi HIV, hubungi dokter atau hubungi nomor telepon di bawah ini untuk informasi yang lebih jelas.
Virus yang menyebabkan penyakit ini adalah virus HIV (Human Immuno-deficiency Virus). Dewasa ini dikenal juga dua tipe HIV yaitu HIV-1 dan HIV-2. Sebagian besar infeksi disebabkan HIV-1, sedangkan infeksi oleh HIV-2 didapatkan di Afrika Barat. Infeksi HIV-1 memberi gambaran klinis yang hampir sama. Hanya infeksi HIV-1 lebih mudah ditularkan dan masa sejak mulai infeksi (masuknya virus ke tubuh) sampai timbulnya penyakit lebih pendek.
Virus HIV
HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus yang dapat menyebabkan AIDS dengan cara menyerang sel darah putih yang bernama sel CD4 sehingga dapat merusak sistem kekebalan tubuh manusia yang pada akhirnya tidak dapat bertahan dari gangguan penyakit walaupun yang sangat ringan sekalipun.
Virus HIV menyerang sel CD4 dan merubahnya menjadi tempat berkembang biak Virus HIV baru kemudian merusaknya sehingga tidak dapat digunakan lagi. Sel darah putih sangat diperlukan untuk sistem kekebalan tubuh. Tanpa kekebalan tubuh maka ketika diserang penyakit maka tubuh kita tidak memiliki pelindung. Dampaknya adalah kita dapat meninggal dunia terkena pilek biasa.
Perjalanan PenyakitKetika kita terkena Virus HIV kita tidak langsung terkena AIDS. Untuk menjadi AIDS dibutuhkan waktu yang lama, yaitu beberapa tahun untuk dapat menjadi AIDS yang mematikan. Seseorang dapat menjadi HIV positif. Saat ini tidak ada obat, serum maupun vaksin yang dapat menyembuhkan manusia dari Virus HIV penyebab penyakit AIDS.
Metode / Teknik Penularan dan Penyebaran Virus HIV AIDS
- Darah
Contoh : Tranfusi darah, terkena darah hiv+ pada kulit yang terluka, terkena darah menstruasi pada kulit yang terluka, jarum suntik, dsb
- Cairan Semen, Air Mani, Sperma dan Peju Pria
Contoh : Laki-laki berhubungan badan tanpa kondom atau pengaman lainnya, oral seks, dsb.
- Cairan Vagina pada Perempuan
Contoh : Wanita berhubungan badan tanpa pengaman, pinjam-meminjam alat bantu seks, oral seks, dll.
- Air Susu Ibu / ASI
Contoh : Bayi minum asi dari wanita hiv+, Laki-laki meminum susu asi pasangannya, dan lain sebagainya.
Cairan Tubuh yang tidak mengandung Virus HIV pada penderita HIV+ :
- Air liur / air ludah / saliva
- Feses / kotoran / tokai / bab / tinja
- Air mata
- Air keringat
- Air seni / air kencing / air pipis / urin / urine
Setelah terinfeksi HIV, 50-70% penderita akan mengalami gejala yang disebut sindrom HIV akut. Gejala ini serupa dengan gejala infeksi virus pada umumnya yaitu berupa demam, sakit kepala, sakit tenggorok, mialgia (pegal-pegal di badan), pembesaran kelenjar dan rasa lemah. Pada sebagian orang, infeksi dapat berat disertai kesadaran menurun. Sindrom ini biasanya akan menghilang dalam beberapa mingggu. Dalam waktu 3 – 6 bulan kemudian, tes serologi baru akan positif, karena telah terbentuk antibodi. Masa 3 – 6 bulan ini disebut window periode, di mana penderita dapat menularkan namun secara laboratorium hasil tes HIV-nya masih negatif.
Setelah melalui infeksi primer, penderita akan masuk ke dalam masa tanpa gejala. Pada masa ini virus terus berkembang biak secara progresif di kelenjar limfe. Masa ini berlangsung cukup panjang, yaitu 5 10 tahun. Setelah masa ini pasien akan masuk ke fase full blown AIDS.
Penyakit yang Sering Menyerang Perilaku AIDS
Dengan melemahnya sistem kekebalan tubuh, penderita menjadi lebih mudah terserang penyakit infeksi maupun kanker. Bahkan penyakit-penyakit inilah yang sering menjadi penyebab kematian penderita. Infeksi yang timbul karena melemahnya kekebalan tubuh ini disebut infeksi oportunistik. Sebagian besar penyakit infeksi yang timbul merupakan reaktivasi (pengaktifan kembali) kuman yang sudah ada pada penderita, jadi bukan merupakan infeksi baru. Sementara itu, untuk infeksi parasit/jamur tergantung prevalensi parasit/jamur di daerah tersebut
Pengobatan
Walau belum ada obat penyembuh AIDS, namun telah ditemukan beberapa obat yang dapat menghambat infeksi HIV dan beberapa obat yang secara efektif dapat mengatasi infeksi. Jadi sebagian besar masalah klinik dapat diobati, kualitas hidup dapat diperbaiki dan harapan hidup dapat ditingkatkan.
Pada umumnya pengobatan penderita AIDS dapat dibagi menjadi 3 yaitu pengobatan terhadap HIV, pengobatan terhadap infeksi oportunistik, dan pengobatan pendukung seperti nutrisi, olahraga, tidur, psikososial, dan agama.
1 comments: on "HIV / AIDS"
hiv dan aids merupakan penyakit mematikan mimpiindah seseorang.
Post a Comment