Kamu tentu tahu, banjir yang terjadi di Jakarta awal Februari lalu cukup membuat panik kita semua. Hujan yang tidak juga berhenti akhirnya menimbulkan luapan air di mana-mana, mulai dari jalanan hingga masuk ke perumahan bahkan ada sekolah yang terendam banjir, sehingga aktivitas pun jadi terganggu. Kata banyak orang, banjir kali ini lebih parah lho daripada banjir tahun 2002 lalu. Sejumlah daerah yang tadinya bebas banjir kini menjadi ikut banjir juga. Hujan memang peristiwa alam yang tidak bisa dihindari. Tapi, jika kita peduli pada alam dan mau belajar dari pengalaman terdahulu, kita bisa mengurangi risiko banjir bahkan menghilangkannya sama sekali.
Kok, Banjir?
Saat musim penghujan tiba, hujan bisa turun terus-menerus sehingga air pun semakin banyak memenuhi sungai dan saluran-saluran air. Kalau sungai dan saluran air itu tersumbat oleh sampah dan kotoran, maka banjir bisa terjadi.
Apalagi, kota Jakarta sering disebut-sebut mengalami ‘banjir kiriman’ dari kota Bogor. Apa maksudnya yah? Kira-kira begini, sesuai dengan gaya gravitasi, air akan mengalir dari dataran tinggi ke dataran rendah. Maka, jika debit air sungai sangat banyak di kota Bogor yang letaknya lebih tinggi, air sungai akan turun ke Jakarta yang letaknya lebih rendah. Akibatnya, sungai di Jakarta yang sekarang sudah makin menyempit dan dangkal itu akan meluap, menyebabkan banjir di mana-mana.
Banyaknya bangunan di kota Jakarta dan sekitarnya, juga menjadi penyebab banjir karena kurangnya daerah resapan air. Kebanyakan bangunan perkantoran atau perumahan menggunakan materi padat pada halamannya, seperti aspal dan semen, sehingga air hujan tidak bisa terserap ke tanah. Selain itu, banyak rawa-rawa yang kemudian berganti menjadi daerah perumahan atau gedung perkantoran, padahal rawa-rawa sangat berguna lho sebagai daerah resapan air.
Cegah Banjir Yuk.!
Banyak cara untuk mencegah banjir datang kembali. Walaupun pemerintah sudah menyiapkan rencana-rencana untuk menanggulangi banjir, tapi nggak ada salahnya kalau pencegahan banjir dimulai dari diri kita masing-masing. Yuk, kita ikut berpastisipasi!
- Buang sampah pada tempatnya.
Istilah ini memang benar adanya, buang sampah harus pada tempatnya. Sampah yang berserakan bisa membuat selokan atau saluran air tersumbat. Akibatnya, air sungai tidak bisa mengalir dengan lancar ke laut, sehingga meluap menjadi banjir.
- Tanam pohon dan rumput di halaman rumah.
Cobalah untuk menanam pohon dan rumput di halaman rumah. Ini berfungsi sebagai daerah resapan air. Selain baik untuk musim hujan, hal ini juga baik untuk musim kemarau untuk menyimpan cadangan air.
- Rajin membersihkan selokan depan rumah.
Bersihkanlah selokan rumah secara berkala agar kotoran tidak ikut mengalir. Karena kotoran yang ada di selokan bisa memperbesar peluang terjadinya banjir.
Waspada
Hujan dan banjir terkadang menjadi agenda tahunan kota Jakarta. Tentu kita tak ingin hal ini terulang kembali di tahun-tahun berikutnya. Jadi, sebisa mungkin jagalah lingkunganmu masing-masing agar banjir tidak mendekat. Bila kebetulan kamu tinggal di daerah yang rawan banjir, sebaiknya kamu lebih waspada lagi. Ketika musim hujan hampir tiba, pindahkan barang-barang berharga dan barang-barang yang mudah rusak terkena air, ke tempat yang lebih tinggi. Kalau banjir terlanjur datang, jangan lupa menyelamatkan diri lebih dulu, terutama anak-anak, orang tua, dan orang-orang yang sedang sakit. Jangan lupa, hindari bermain air banjir karena bisa menyebabkan kamu jadi sakit!
0 comments: on "Tips Mencegah Banjir.!"
Post a Comment